KUTAI TIMUR – Polres Kutai Timur memperluas program ketahanan pangan melalui kerja sama budidaya jagung dengan Pondok Pesantren Al Khairat seluas 1 hektare di Kecamatan Muara Wahau. Kerja sama ini merupakan terobosan baru kolaborasi antara aparat kepolisian dan lembaga keagamaan dalam mendukung stabilitas pangan daerah.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, mengatakan bahwa kerja sama dengan pesantren diharapkan menjadi langkah nyata sinergi yang memberikan dampak ekonomi lebih luas.
“Kami ingin pesantren memiliki peran lebih luas, tidak hanya di bidang pendidikan agama, tetapi juga berdaya secara ekonomi melalui pertanian,” ujar AKBP Fauzan Arianto.
Lahan yang dikelola bersama akan ditanami jagung dengan melibatkan santri dan masyarakat sekitar. Hasil panen akan membantu kebutuhan operasional pesantren, sementara sebagian besar akan diserap Bulog atau dipasarkan untuk mendukung stabilitas pangan.
Program ini juga bertujuan menanamkan keterampilan bercocok tanam bagi santri, membuka peluang kerja baru, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Polres Kutim berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan, baik dari sisi teknis budidaya maupun pengamanan distribusi hasil panen.
“Dengan adanya sinergi ini, kami yakin pesantren dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mandiri, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Kutim,” tambah Kapolres.
Kapolres berharap program ini dapat menjadi kegiatan tambahan yang bermanfaat bagi santri dan pesantren.
“Harapannya, nanti penanaman jagung bisa menjadi kegiatan tambahan untuk siswa pondok dan harapannya hasil panennya dapat bermanfaat untuk operasional pondok pesantren,” pungkas Kapolres.
Langkah ini diharapkan menjadi model kolaborasi yang menggabungkan nilai religius dengan produktivitas ekonomi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.(*)
![]()

