NUSANTARA – Suasana hening menyelimuti Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (16/8/2025) malam.
Tepat pukul 22.00 WITA, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memimpin Apel Kehormatan dan Malam Renungan Suci sebagai penghormatan kepada para pahlawan bangsa.
Sekitar 300 peserta hadir dalam upacara sakral itu. Mereka berasal dari jajaran Otorita IKN, perwakilan TNI, Polri, BIN, pegawai, hingga mitra pembangunan.
Malam semakin khidmat ketika musik akustik mengiringi momen mengheningkan cipta. Harpa dan saksofon yang dimainkan Roger Mark Pantouw Hutasoit bersama Twilite Orchestra di bawah arahan Addie MS membuat suasana larut dalam keharuan.
Dalam upacara itu, Basuki membacakan naskah renungan suci. Ia menyampaikan penghormatan bagi para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga, termasuk mereka yang tidak dikenal nama maupun tempat peristirahatannya.
“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keridaan, keikhlasan, dan kesucian pengorbanan para pahlawan dalam mengabdi demi kebahagiaan nusa dan bangsa,” ucap Basuki.
Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menjelaskan alasan dipilihnya Taman Kusuma Bangsa sebagai lokasi acara.
Menurutnya, taman itu memang dirancang sebagai memorial park tempat penghormatan bagi jasa para pahlawan.
“Di sini ada api abadi sebagai perlambang semangat kepahlawanan, patung proklamator Sukarno-Hatta, serta sayap Garuda karya I Nyoman Nuarta dengan latar tiang bendera setinggi 79 meter,” kata Troy.
Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menambahkan, renungan suci ini juga menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat juang bagi generasi penerus.
“Makna malam ini adalah mengenang jasa pahlawan. Spirit itu yang harus kita teruskan, terutama bagi generasi muda yang kini ikut membangun Nusantara,” tegasnya.

Lewat Apel Kehormatan dan Malam Renungan Suci, Otorita IKN menegaskan, pengorbanan pahlawan bukan sekadar memori sejarah, melainkan fondasi moral dalam membangun ibu kota baru bangsa.(*/mn)
![]()

