Satu-satunya tempat di Kutai Timur ini diklaim penerbang nasional sebagai lokasi paralayang terbaik Indonesia, namun masih tersembunyi dari wisatawan.
KUTAI TIMUR – Di ketinggian 250 meter dari permukaan laut, lima penerbang paralayang bersertifikat nasional mengembangkan sayap mereka di atas hamparan sawah hijau seluas 180 hektar. Mereka kompak menyebut spot ini sebagai yang terbaik di Indonesia untuk olahraga ekstrem tersebut.
“Penerbang nasional bilang ini spot terbaik di Indonesia,” ungkap Armadin, Ketua Panitia Festival Sekerat Nusantara 2025, yang menghadirkan atraksi paralayang sebagai salah satu daya tarik utama festival yang berlangsung 23-25 Juli ini.
Keunikan spot paralayang Desa Sekerat terletak pada kombinasi pemandangan yang memukau dan kondisi angin yang ideal. Dari ketinggian tersebut, para penerbang dapat menikmati panorama sawah terluas di kawasan dengan area terbuka sekitar 60 hektar, sekaligus menatap pantai terpanjang di Kutai Timur yang membentang di kejauhan.
Berbeda dengan spot paralayang lain di Indonesia yang umumnya sulit diakses, lokasi di Desa Sekerat telah dilengkapi fasilitas penunjang modern. Pemerintah desa menyediakan motor ATV yang dapat mengantarkan pengunjung langsung ke puncak lokasi paralayang.
“Desa sudah menyiapkan motor ATV yang bisa langsung naik ke puncak,” jelas Armadin. Area ini juga telah disiapkan sebagai lokasi camping bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan dari ketinggian dalam waktu lebih lama.
Keberadaan spot paralayang ini menjadi satu-satunya di Kutai Timur, memberikan keunikan tersendiri bagi kawasan yang selama ini lebih dikenal dengan industri pertambangan dan perkebunan.
Spot paralayang terbaik Indonesia ini menjadi salah satu magnet utama Festival Sekerat Nusantara keempat yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, dan Pemerintah Desa Sekerat. Festival ini unik karena memadukan olahraga ekstrem modern dengan ritual adat belian Kutai yang telah berlangsung sejak 18 Juli 2025.
Ritual belian, yang hanya bisa dilakukan oleh keturunan turun-temurun, berlangsung selama tujuh hari enam malam sebagai pembuka festival. “Ritual belian ini untuk melestarikan warisan leluhur dan dipercaya dapat digunakan untuk penyembuhan penyakit non-medis,” kata Armadin.
Kontras antara suara mantra belian di malam hari dan sayap-sayap paralayang yang mengembang di siang hari menciptakan pengalaman wisata yang tak terlupakan bagi pengunjung.
Meski diklaim sebagai spot paralayang terbaik Indonesia, lokasi ini masih relatif tersembunyi dari radar wisatawan nasional. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Pemerintah Desa Sekerat dalam mengembangkan potensi wisata.
Kepala Desa Sekerat dalam penuturan Armadin berencana membuat rute wisata terintegrasi yang menghubungkan tiga potensi utama: paralayang di ketinggian, wisata sawah di tengah, dan pantai terpanjang di Kutai Timur. Rencana ini bertujuan menciptakan paket wisata lengkap yang dapat menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama.
Desa Sekerat memiliki potensi wisata sawah seluas 180 hektar dengan area terbuka 60 hektar, serta pantai yang lebih panjang dibandingkan pantai-pantai lain di Kutai Timur. Kombinasi tiga elemen ini—pegunungan, sawah, dan pantai—dalam satu kawasan menjadi keunggulan kompetitif yang jarang ditemukan di tempat lain.
Festival yang mengangkat spot paralayang terbaik Indonesia ini juga menjadi ajang promosi UMKM lokal. Lebih dari 20 stand memamerkan produk unggulan mulai dari kerajinan tangan, kue-kue khas, kerajinan kerang, hingga makanan seafood. Mayoritas peserta berasal dari Kecamatan Bengalon yang mengisi area pameran.
Perusahaan-perusahaan besar di sekitar Desa Sekerat memberikan dukungan penuh melalui bantuan konsumsi dan logistik. UMKM binaan PT Perkasa Inakakerta (PIK) juga turut berpartisipasi, menunjukkan sinergi antara industri besar dan ekonomi kreatif lokal.
Dengan adanya pengakuan penerbang nasional tentang kualitas spot paralayang terbaik Indonesia ini, Pemerintah Desa Sekerat optimis dapat mengembangkan Sekerat menjadi destinasi wisata unggulan Kutai Timur.
“Tujuan utama festival ini adalah memperkenalkan Desa Sekerat sebagai desa wisata yang punya potensi untuk dikembangkan, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Armadin.
Rencana pengembangan infrastruktur wisata, termasuk pembuatan rute terintegrasi dan penambahan fasilitas penunjang, diharapkan dapat menjadikan spot paralayang terbaik Indonesia ini sebagai destinasi wajib bagi para pecinta olahraga ekstrem dan wisata alam.
Festival Sekerat Nusantara 2025 akan mencapai puncaknya pada Jumat malam (25 Juli 2025) dengan serah terima hadiah berbagai lomba dan penampilan artis penghibur. Namun, spot paralayang terbaik Indonesia di Desa Sekerat akan terus terbuka bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi terbang di atas sawah terindah Kalimantan Timur. (Q)
![]()

