KUTAI TIMUR – Bergantinya tongkat komando di Polres Kutai Timur pada Jumat (11/7/2025) kemarin, kini wilayah pertambangan strategis di Kalimantan Timur ini dipimpin oleh sosok baru yang membawa segudang pengalaman. AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., perwira kelahiran Banjarmasin 42 tahun silam ini resmi menggantikan AKBP Chandra Hermawan sebagai Kapolres Kutai Timur.

Fauzan Arianto bukanlah nama asing di dunia kepolisian Indonesia. Pria yang lahir pada 7 November 1982 ini telah mengukir jejak karier selama hampir dua dekade sejak lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2005. Perjalanan kariernya yang dimulai dari bawah menunjukkan dedikasi tinggi seorang abdi negara yang konsisten mengabdi kepada masyarakat.

Keunikan sosok Fauzan terletak pada latar belakang etnisnya sebagai seorang Dayak yang berhasil mencapai posisi strategis di kepolisian. Hal ini mencerminkan semangat kebhinekaan dan profesionalisme yang menjadi ciri khas Polri modern. Sebagai putra daerah Kalimantan, pemahaman mendalam tentang karakteristik wilayah dan masyarakat lokal menjadi modal berharga dalam menjalankan tugasnya.

Kapasitas Akademik dan Profesional

Yang menarik dari sosok Fauzan adalah kombinasi antara pendidikan formal yang solid dan pengalaman lapangan yang luas. Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Bhayangkara Jakarta Raya pada 2013, kemudian melanjutkan ke jenjang Magister Hukum di Universitas Diponegoro Semarang pada 2019. Prestasi akademiknya ini diperkuat dengan berbagai pendidikan kepolisian, termasuk Program Pendidikan Pengembangan Perwira Menengah (Sespimmen) pada 2022.

Perpaduan antara keahlian hukum dan pengalaman operasional menjadikan Fauzan sebagai perwira yang memahami betul aspek legal dalam penegakan hukum. Dalam era modern dimana tantangan kejahatan semakin kompleks, background hukum yang kuat sangat diperlukan untuk memastikan setiap tindakan kepolisian tetap berada dalam koridor yang tepat.

Rekam jejak Fauzan menunjukkan pengalaman yang sangat beragam di berbagai bidang kepolisian. Dari mulai menangani lalu lintas, operasi keamanan, hingga urusan hubungan masyarakat, semuanya telah dilaluinya. Pengalaman sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) di Polres Tabalong dan Polres Tanah Laut memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya ketertiban berlalu lintas, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi seperti Kutai Timur.

Tidak hanya itu, pengalaman sebagai Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) di Batu Ampar dan Takisung menunjukkan kemampuannya dalam memimpin langsung di tingkat grassroot. Pengalaman ini sangat berharga karena memberikan pemahaman langsung tentang dinamika masyarakat dan tantangan keamanan di tingkat paling bawah.

Yang tak kalah penting adalah pengalaman terbarunya di Divisi Hubungan Masyarakat (Divhumas) Polri, dimana ia menangani bidang media sosial dan produk kreatif. Pengalaman ini sangat relevan dengan tantangan modern dimana komunikasi publik dan pengelolaan informasi menjadi aspek krusial dalam tugas kepolisian.

Visi dan Komitmen Kepemimpinan

Dalam sambutannya saat serah terima jabatan, Fauzan menunjukkan sikap yang humble namun tegas. Komitmennya untuk melanjutkan program-program positif yang telah dijalankan pendahulunya mencerminkan sikap kontinuitas yang penting dalam organisasi. Namun, dengan latar belakang pengalaman yang beragam, dapat dipastikan ia juga akan membawa inovasi baru yang sesuai dengan tantangan zaman.

Sebagai pemimpin baru di wilayah yang strategis secara ekonomi, Fauzan diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan yang mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kutai Timur sebagai salah satu sentra pertambangan di Kalimantan Timur memerlukan pendekatan kepolisian yang tidak hanya reaktif tetapi juga proaktif dalam mencegah berbagai potensi konflik.

Kutai Timur dengan karakteristik wilayahnya yang luas dan beragam aktivitas ekonomi memerlukan pendekatan kepemimpinan yang adaptif. Dari pengalaman kariernya, Fauzan telah terbiasa dengan dinamika wilayah Kalimantan, mulai dari Kalimantan Selatan hingga kini Kalimantan Timur. Pemahaman ini menjadi modal berharga dalam menghadapi tantangan lokal yang spesifik.

Tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian 8 Tahun yang diterimanya pada 2014 menunjukkan konsistensi pengabdiannya kepada negara. Kini, dengan pengalaman hampir 20 tahun di kepolisian dan beragam posisi yang telah diemban, masyarakat Kutai Timur berharap dapat merasakan pelayanan kepolisian yang lebih baik.

Melihat profil dan rekam jejaknya, AKBP Fauzan Arianto hadir sebagai sosok pemimpin yang membawa kombinasi idealisme dan pengalaman praktis. Kemampuan komunikasi yang terasah melalui pengalaman di Divhumas, ditambah dengan pemahaman hukum yang kuat, menjadikannya figure yang tepat untuk memimpin Polres di era yang penuh tantangan ini.

Kehadiran Fauzan sebagai Kapolres Kutai Timur bukan hanya sekedar pergantian jabatan rutin, tetapi representasi generasi baru kepolisian yang siap menghadapi tantangan modern dengan tetap berpegang pada nilai-nilai profesionalisme dan pengabdian kepada masyarakat. Masyarakat Kutai Timur kini berharap dapat menyaksikan transformasi positif dalam pelayanan kepolisian di bawah kepemimpinan sosok yang berpengalaman luas ini.

Loading