KUTAI TIMUR – Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, mendorong terbentuknya Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di wilayah Kutai Timur. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja perdana ke Markas Kodim 0909/Sangatta Kutai Timur (KTM) di Sangatta, Kamis (19/6/2025).
Dalam kunjungannya, Pangdam menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para prajurit dan keluarga besar Kodim Kutai Timur terkait kesejahteraan prajurit, pelaksanaan program kerja Mabes TNI AD, dan kesiapan Kodim dalam mendukung rencana pembentukan Yonif TP.
Menurutnya, pembentukan Yonif TP merupakan bagian dari strategi pertahanan yang disinergikan dengan pembangunan daerah, terutama di wilayah terpencil dan terisolasi.
“Saat ini memang ada rencana pembentukan Yonif TP dan semester pertama ini Kutai Timur belum mendapat alokasi. Namun ke depan, kami rencanakan di Kutai Timur juga akan ada. Untuk lebih detailnya nanti akan ada instruksi atau perintah dari pimpinan lebih lanjut,” ujar Pangdam kepada wartawan usai memberikan penghargaan kepada prajurit, PNS, dan Persit di Markas Kodim Kutai Timur.
Pangdam menjelaskan bahwa Yonif TP memiliki fungsi ganda, tidak hanya untuk pertahanan, tetapi juga untuk mendukung pembangunan wilayah, khususnya dalam bidang pertanian, peternakan, kesehatan, hingga konstruksi.
“Di dalam Yonif TP terdapat unsur-unsur ketahanan pangan yaitu pertanian dan peternakan, plus ada kesehatan juga, dan konstruksi. Jadi pada masa damai dapat membantu wilayah untuk membangun, di masa perang tentu juga bisa membantu untuk mendukung dari aspek logistik maupun konstruksi dan kesehatan,” ulas jenderal bintang dua ini.
Pangdam menegaskan, Kodim harus mulai mempersiapkan lahan dan kebutuhan pendukung lainnya agar pembentukan Yonif TP dapat terwujud. Meski belum ada penetapan resmi, Pangdam menginginkan persiapan sudah dilakukan sejak dini.
Pada kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan seluruh prajurit agar tetap fokus bekerja dan menjauhi berbagai pelanggaran.
“Saya menyampaikan pesan-pesan kepada mereka. Fokus bekerja, kemudian juga tidak ada pelanggaran, kemudian juga untuk menjalankan program dari Mabes AD, masalah ketahanan pangan, juga program unggulan dari Kasad. Saya tekankan kembali untuk terus dikerjakan dan hasilnya supaya optimal,” paparnya.
Selain itu, dia meminta para perwira lebih memperhatikan kondisi rumah dinas dan tempat tinggal prajurit agar dapat menunjang kinerja mereka dalam bertugas.
“Misalnya ada anggota yang rumahnya rusak juga supaya diperbaiki segera. Jadi supaya semuanya bisa tinggal di tempat yang layak, sehingga mereka bisa bekerja dengan optimal,” harapnya.
Pangdam juga menyoroti pentingnya kehadiran Babinsa di wilayah-wilayah terjauh dan terisolasi untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Pasti ada permasalahan di lingkungan tersebut yang perlu keberadaan Babinsa untuk membantu. Mereka harus membantu masyarakat meringankan permasalahan atau kesulitannya,” imbuhnya.
Ditanya mengenai kunjungannya ke lokasi tambang batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebelum ke Kodim, menurutnya hal tersebut bukan prioritas utama.
“Kalau tadi saya ke KPC sebetulnya hanya kunjungan singkat saja. Kebetulan hari ini saya berkunjung ke Kodim Kutai Timur dan itu yang menjadi tujuan pokok kunjungan saya ke sini. Jadi ini pertama kali saya ke Kodim Kutai Timur,” ujarnya.(OGY/UTE)
![]()

