SANGA-SANGA – Pabrik Smelter Nikel milik PT Kalimantan Ferro Industry (KFI), di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara mengalami kebakaran hebat di area tungku pembakaran batu bara (Boiler) di dalam gedung pembakaran batu bara, yang merupakan sumber energi utama di smelter tersebut.

Akibat peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 wita, Rabu (11 Oktober 2023) itu menyebabkan satu orang Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan salah satu pekerja mengalami luka bakar dan satu orang ditemukan tewas terbakar dan belum teridentifikasi korbannya.

“Alhamdulillah, beliau masih dalam keadaan hidup dan setelah mendapat penanganan di Puskesmas Pendingin dirujuk menuju Rumah Sakit AWS di Samarinda,” ujar Rahmat Hidayat, Lurah Pendingin, pada Rabu malam (11 Oktober 2023).

Korban diperkirakan mengalami luka bakar yang mencakup sekitar 50 persen dari tubuhnya ketika terjebak dalam kebakaran yang terjadi di salah satu gudang penumpakan batu bara di Pabrik Smelter Nikel di Kelurahan Pendingin.

Petugas kembali menemukan satu korban meninggal dunia di lokasi kebakaran dalam kondisi tidak bisa dikenali. “Ada yang meninggal Pak setelah pembersihan lokasi. Ada mayat ditemukan 1 orang,” ujar Lurah Pendingin, Rahmat Hidayat.

Kondisi jasad yang ditemukan pun sangat memprihatikan, hingga membuat jasad tersebut tidak dikenali identitasnya untuk sementara. Namun saat ini, jasad tersebut sudah dievakuasi. “Jasad sudah dievakuasi, ke RS AWS pak,” tutup Rahmat.

BELUM SATU BULAN BEROPERASI

Pabrik Smelter Nikel milik PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) yang berada di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, ini merupakan Tahap Pertama yang diresmikan oleh Gubernur Kaltim, H Isran Noor, pada Selasa (19 September 2023) lalu.

Dibangun sejak 22 Januari 2022 itu dengan nilai investasi tidak kurang dari Rp5 triliun dengan serapan tenaga kerja lokal 1.700 orang dan 250 tenaga kerja asing. Tenaga kerja lokal berasal dari 2 kecamatan dan 6 kelurahan.(*/mun)

Loading