KUTAI TIMUR – PT Indexim Coalindo melaksanakan pendampingan kepada warga Desa Baay, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, untuk mengembangkan ternak bebek. Bebek dipilih karena termasuk jenis unggas penghasil telur potensial. Selain harga telur bebek yang lebih tinggi dari telur ayam, kandungan nutrisi telur bebek juga lebih tinggi dari telur ayam.

Selain pendampingan dan edukasi terkait cara ternak unggas tersebut, PT. Indexim Coalindo juga memberikan bantuan 150 benih bebek manila, kepada warga masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Harapan Maju yang tengah memperoleh pendampingan intensif dari PT Indexim Coalindo melalui tim pendamping masyarakat.

Program beternak bebek ini menjadi sebuah kolaborasi positif untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Tidak hanya perusahaan saja yang berkontribusi dalam memberikan bantuan serta pendampingan intensif. Masyarakat desa juga berkontribusi dengan menyediakan lokasi untuk demplot. Sementara pihak pemerintah desa juga memberikan dukungan sumber daya lainnya.

“Program pemberdayaan masyarakat yang baik ialah yang mengedepankan partisipasi dan keswadayaan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama. Kami bangga dapat berkolaborasi dengan warga Desa Baay yang memiliki semangat, komitmen, dan keswadayaan yang tinggi,” papar Manajer CSR PT Indexim Coalindo, Ditto Santoso, dalam konfirmasinya mengenai kegiatan tersebut, Rabu (29/03/2023).

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kelompok Harapan Maju, Mardiana, menyampaikan bahwa selain bantuan berupa bibit bebek, pihak Indexim sebelumnya juga memberikan edukasi serta identifikasi potensi lokal, penguatan kelembagaan kelompok peternak, pelatihan teknis peternakan yang dilengkapi dengan pendampingan demplot peternakan bebek.

Dirinya optimis ternak ini mampu berkembang karena usaha peternakan masuk dalam kategori mudah dipelajari. Selain itu, menurutnya, bebek merupakan unggas yang memiliki prospek bagus karena tidak membutuhkan modal terlalu besar dan menyediakan peluang usaha yang prospektif.

“Selama pendampingan dari PT Indexim Coalindo, kami diajari cara membuat pakan dengan mikro organisme lokal, serta cara membuat dan mengelola kandang secara berkelompok. Tim pendamping juga mengajarkan tentang aspek administrasi organisasi, seperti pembukuan usaha. Ini sangat bermanfaat bagi kami,” terangnya.

Program beternak bebek dengan pendekatan berkelompok ini mendapat dukungan positif dari Pemerintah Desa Baay. Pemerintah Desa Baay berkontribusi dalam bentuk sarana pendukung kandang bebek, yaitu instalasi air dan listrik. Bahkan untuk pemasaran telur bebek, Kepala Desa Baay, Mansur, berkomitmen membeli semua hasil peternakan melalui BUMDesa.

“Saya optimis bahwa program ini akan berhasil karena PT Indexim Coalindo tidak hanya memberikan bantuan bebek, melainkan juga ada pembinaan melalui pelatihan dan pendampingan di lapangan,” ungkap Kepala Desa Baay, Mansur. (*)

Loading