KUTAI TIMUR – Dinas Perhubungan Kutai Timur menargetkan Pelabuhan Kenyamukan dapat beroperasi pada 2027, meski mengakui target itu kini menghadapi tekanan akibat pemangkasan anggaran. Kepala Dinas Perhubungan Kutai Timur, Poniso Suryo Renggono, menyampaikan hal itu dalam wawancara pada Senin (8/6/2026).

“Perencanaan saya selaku Kepala Dinas Teknis menginginkan 2026 ini bangun, 2027 itu bisa operasional,” ujar Poniso.

Namun ia mengakui anggaran yang semula diusulkan sekitar Rp200 miliar kini dipotong menjadi Rp150 miliar menyusul kebijakan efisiensi yang berlaku di seluruh SKPD Kutai Timur.
Poniso menyebut pembangunan tetap akan dimulai tahun ini dengan skema prioritas: mendahulukan fasilitas utama yang dibutuhkan untuk operasional, sebelum membangun fasilitas penunjang.

“Saya minta kontraktor siapapun yang menang membangun gedung-gedung yang prioritas untuk operasional. Ada yang utama, ada yang penunjang. Kita bangun yang utama dulu,” jelasnya.

Selain pembangunan fisik, menurutnya, Dishub juga tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk kelengkapan administrasi operasional pelabuhan. Aspek pengelolaan disebutnya akan melibatkan Perusda daerah, meski ia mengakui kondisi Perusda Kutim saat ini belum ideal.

Poniso juga memiliki konsep pelabuhan sekaligus sebagai destinasi wisata, dengan rencana pembangunan area UMKM dan kawasan parkir yang akan membutuhkan koordinasi lintas dinas, termasuk dinas pertanahan.

“Efeknya itu kompleks. Ada masyarakat, ada pengusaha, pariwisata, bongkar muat barang. Jadi nanti ekonomi tumbuh, wisata juga akan tumbuh bareng,” kata Poniso.(Q)

Loading