KUTAI TIMUR — PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Area Kutai Timur bersama SMK Negeri 2 Sangatta Utara menggelar Workshop Jurnalistik dan Bedah Buku dalam rangka peringatan Hari Buku Sedunia, Rabu (22/4/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Perpustakaan SMKN 2 Sangatta Utara dan diikuti 89 peserta dari perwakilan 10 sekolah negeri dan swasta di Sangatta.

Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kutai Timur.

Rangkaian acara dibuka dengan sesi bedah buku yang dipandu Dr. Khusnul Wardan, Kepala SMKN 1 Rantau Pulung yang juga berlatar belakang penulis. Peserta tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi dilibatkan dalam diskusi kelompok untuk mengulas isi buku secara lebih mendalam. Sesi dilanjutkan dengan workshop jurnalistik yang dibawakan Lela Ratu Simi, jurnalis anggota Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT), mencakup dasar-dasar penulisan berita, teknik penyusunan informasi, hingga praktik penulisan secara langsung.

Sebagai tindak lanjut, PAMA dan SMKN 2 Sangatta Utara juga menyelenggarakan lomba penulisan berita melalui media sosial. Karya terbaik akan dinilai dan pemenang direncanakan diumumkan pada kegiatan lanjutan.

Kepala SMKN 2 Sangatta Utara, Mustari, mengapresiasi sinergi yang telah terjalin konsisten antara sekolah dan PAMA.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT PAMA yang telah mendukung kegiatan ini. Kolaborasi dengan PAMA telah beberapa kali terlaksana, dan kami sangat menghargai berbagai program yang dapat berjalan dengan baik melalui kerja sama ini,” ujar Mustari.

Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi siswa, khususnya dalam meningkatkan kemampuan literasi dan keterampilan menulis.

CSR Department Head PT Pamapersada Nusantara Area Kutai Timur, Agung Dwi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan kapasitas pelajar di bidang literasi secara praktis.

“Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap dapat mendorong minat baca sekaligus meningkatkan kemampuan menulis siswa. Kolaborasi dengan sekolah dan praktisi diharapkan mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih aplikatif bagi siswa,” kata Agung Dwi.(*/Q)

Loading