JAKARTA – Menjelang pemberlakuan aturan ketat perlindungan anak di jagat maya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memperkenalkan situs Tunasdigital.id. Platform ini disiapkan sebagai rujukan utama bagi keluarga Indonesia dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital yang kian kompleks.

Hadirnya situs ini menjadi instrumen pendukung Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026, yang merupakan aturan pelaksana dari PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Aturan ini dijadwalkan mulai berlaku secara bertahap pada 28 Maret 2026.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa Tunasdigital.id adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk menciptakan internet yang ramah anak.

“Situs ini kami siapkan sebagai rujukan yang mudah dipahami oleh orang tua tentang bagaimana mendampingi anak. Tujuannya bukan membatasi anak menggunakan teknologi, tetapi menunda akses sampai anak benar-benar siap,” ujar Fifi di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Di dalam situs ini, para orang tua dapat menemukan beragam materi aplikatif, mulai dari:

Deteksi Dini: Cara mengenali risiko konten berbahaya dan ancaman eksploitasi.

Rating Usia: Panduan batasan usia untuk penggunaan aplikasi dan gim tertentu.

Edukasi Data: Tips melindungi data pribadi anak agar tidak disalahgunakan di ruang online.

-:Berbagi Pengalaman: Kumpulan cerita dari sesama orang tua serta tips langsung dari para pakar.

FILOSOFI “TUNGGU ANAK SIAP”
Ada makna mendalam di balik nama “TUNAS”. Selain merujuk pada akronim kebijakan (Tata Kelola untuk Anak Aman dan Sehat), Fifi menjelaskan bahwa TUNAS juga membawa pesan moral: “Tunggu Anak Siap”.

Pesan ini mengajak orang tua untuk lebih bijak dan tidak terburu-buru memberikan akses penuh media sosial kepada anak. Akses tersebut sebaiknya diberikan secara bertahap sesuai dengan kematangan emosional dan kognitif sang buah hati.

“Kami ingin Tunasdigital.id menjadi ruang belajar bersama. Di sini ada penjelasan kebijakan yang sederhana, sekaligus panduan nyata yang bisa langsung dipraktikkan di rumah,” tambah Fifi.

Situs yang telah diluncurkan sejak November 2025 ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi digital yang cerdas. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak Indonesia diharapkan mampu menjaga etika di ruang siber serta menggunakan teknologi secara bertanggung jawab demi masa depan mereka.(rls/mn)

Loading