BALIKPAPAN – Memasuki pekan pertama pelaksanaan Operasi Keselamatan Mahakam 2026, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) mencatat tren positif dalam upaya mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas). Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (anev) periode 2 hingga 8 Februari 2026, angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Kaltim mengalami penurunan.

Data kepolisian menunjukkan, pada periode H1 hingga H7 operasi tahun ini, tercatat terjadi 8 kejadian kecelakaan. Angka ini menurun sebanyak 11 persen dibandingkan periode yang sama pada Operasi Keselamatan Mahakam 2025 yang mencatatkan 9 kejadian. Penurunan ini juga diikuti dengan berkurangnya jumlah korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan.

Kabid Humas Polda Kaltim mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari masifnya kegiatan preemtif dan preventif di lapangan.

“Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat mengalami kenaikan signifikan sebesar 63 persen atau sebanyak 2.666 kegiatan dibandingkan tahun lalu. Kami juga meningkatkan pemasangan media imbauan keselamatan sebanyak 21 persen di titik-titik strategis,” jelasnya dalam laporan evaluasi mingguan.

Selain itu, pada aspek preventif, personel di lapangan meningkatkan intensitas pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli (turjawali) sebesar 17 persen.

Menariknya, di tengah peningkatan pengawasan, angka penegakan hukum (gakkum) justru menunjukkan penurunan. Jumlah penindakan berupa tilang turun sebesar 23 persen, sementara pemberian teguran menurun 28 persen. Penurunan angka penindakan ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan tanpa harus menunggu tindakan tegas dari petugas.

Meski demikian, Polda Kaltim tetap memberikan atensi khusus kepada beberapa Polres jajaran yang masih mencatat adanya kejadian laka lantas. Setiap wilayah diminta terus melakukan langkah pencegahan yang sesuai dengan karakteristik kerawanan masing-masing.

“Hasil evaluasi minggu pertama ini menandakan operasi berjalan dengan baik. Namun, kami meminta seluruh jajaran tetap konsisten dan bersinergi hingga operasi berakhir pada 15 Februari mendatang. Target utama kita adalah menekan angka kecelakaan seminimal mungkin dan membangun budaya tertib yang permanen,” pungkasnya.(rls/mn)

Loading