JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri acara Munajat Keselamatan Bangsa sekaligus Pengukuhan Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa hidmat 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/205). Dalam momen tersebut, Presiden menekankan pentingnya sinergi antara Ulama dan Umara (pemerintah) sebagai kunci stabilitas dan kemakmuran negara.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyatakan rasa bahagianya atas persatuan yang ditunjukkan dalam acara tersebut. Menurutnya, sejarah membuktikan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang ulamanya dan pemimpinnya berjalan beriringan.

“Hari ini adalah lambang bersatunya Ulama dengan Umara. Kalau ulama dan umara bersatu, akan menjadi bangsa yang besar dan makmur. Dukungan ini memberi saya keberanian untuk menjalankan tugas sebagai mandataris rakyat,” ujar Presiden Prabowo di hadapan 58 ribu jemaah lebih yang memadati Masjid Istiqlal hingga keluar halaman.

Presiden juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada MUI yang selalu hadir sebagai pilar stabilitas, terutama dalam penanganan bencana alam yang baru-baru ini melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di tengah suasana menyambut bulan suci Ramadhan, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga kekayaan alam Indonesia dan memberantas korupsi. Ia meminta dukungan para ulama untuk menghadapi kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa.

Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap perjuangan umat Islam, Presiden mengumumkan rencana pembangunan gedung institusi Islam setinggi 40 lantai di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

“Saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI seluas kurang lebih 4.000 meter persegi untuk gedung badan-badan umat Islam seperti MUI, Baznas dan ormas-ormas Islam. Jangan hanya ada mall, nanti ada gedung peruntukan umat Islam di jantung kota Jakarta,” tegasnya.

STRUKTUR KEPENGURUSAN BARU

Acara ini juga menandai pengukuhan kepengurusan MUI periode 2025-2030 hasil Musyawarah Nasional (Munas) ke-11, pada tanggal 25 November 2025 lalu. Berdasarkan Surat Keputusan yang dibacakan oleh Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, posisi Ketua Dewan Pertimbangan kembali dijabat oleh Prof. Dr. KH Ma’ruf Amin.

Jajaran pengurus MUI Pusat masa khidmat 2025-2026 dipimpin KH. M. Anwar Iskandar.(foto: hms sekretariat presiden)

Sementara itu, KH M. Anwar Iskandar ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI, didampingi tiga Wakil Ketua Umum: KH M. Cholil Nafis, Dr. H. Anwar Abbas, dan Dr. KH Marsudi Syuhud. Sejumlah tokoh nasional juga masuk dalam jajaran ketua bidang, termasuk Menteri Sosial Nusron Wahid yang menjabat sebagai Ketua Bidang Penanggulangan Bencana.

KEPEDULIAN SOSIAL

Ketua Panitia Pelaksana, Nusron Wahid, melaporkan bahwa acara ini dihadiri oleh lebih dari 58.647 orang peserta berdasarkan data barcode. Selain seremoni, MUI juga menunjukkan aksi nyata dengan menyerahkan bantuan rehabilitasi masjid di wilayah terdampak bencana serta donasi 500 rumah untuk guru ngaji.

“Panitia telah melakukan rehabilitasi masjid, satu masjid di Aceh, satu masjid di Sumatra Utara, dan satu masjid di Sumatra Barat korban bencana.” jelas Nusron.

Panitia juga telah mengumpulkan donasi untuk membiayai rehabilitasi 500 rumah untuk guru ngaji, marbot masjid di Sumatra Utara, dan satu masjid di Sumatra Barat korban bencana.

“Acara ini bukan semata seremoni, melainkan momentum mendekatkan diri kepada Allah di tengah ujian bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera,” tutur Nusron.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, jajaran Kabinet Merah Putih, serta para pimpinan pondok pesantren dan majelis taklim se-Jabodetabek.(mn)

Loading