SAMARINDA – Teka-teki mengenai suksesi kepemimpinan di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur akhirnya terjawab. Agenda Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) untuk memilih ketua umum masa bakti 2026-2030 dipastikan akan dihelat setelah Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah mendatang.
Kepastian jadwal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras. Ia menjelaskan bahwa rangkaian acara akan dimulai dengan Rapat Koordinasi (Rakor) sebelum memasuki inti pelaksanaan Musorprov.
Menunggu Realisasi Hibah Maret Penentuan jadwal ini berkaitan erat dengan kesiapan anggaran. Rusdi mengungkapkan, pihaknya telah berkonsultasi dengan Plt. Kadispora Kaltim, M. Faisal, mengenai pencairan dana hibah murni tahun 2026 sebesar Rp16,5 miliar.
“Jujur, KONI Kaltim saat ini belum memiliki dana untuk menggelar event pemilihan ketua baru. Sisa dana hibah tahun 2025 sebesar Rp1,3 miliar sudah kami kembalikan ke kas daerah,” ungkap Rusdi jujur.
Menurutnya, jika Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) ditandatangani pada awal Maret ini, KONI Kaltim akan langsung bergerak cepat. “Pastinya jika sudah NPHD, langsung kita gaspol,” tegas wartawan senior tersebut.
Pernyataan Mengejutkan, Rusdiansyah Emoh Maju Lagi Di tengah persiapan Musorprov. Rusdiansyah Aras mengeluarkan pernyataan mengejutkan, Ia menegaskan tidak akan mencalonkan diri kembali untuk periode kedua. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegagalan Kaltim menembus target lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) lalu.
Padahal secara statistik, di bawah kepemimpinan Rusdi, prestasi Kaltim sebenarnya melonjak signifikan. Tercatat ada kenaikan perolehan medali sebesar 54% dibanding PON 2021 Papua, serta naik 12% jika dikomparasikan dengan raihan di PON 2016 Jabar. Namun, ia memilih untuk memberikan tongkat estafet kepada figur baru.
Bursa Calon Mulai Menghangat Meski pelaksanaan masih beberapa bulan lagi, bursa calon nakhoda baru mulai memanas. Saat ini, dua inisial nama kuat yakni S dan A santer disebut akan bertarung memperebutkan kursi panas ketua umum.
Tak hanya posisi ketua, jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) juga menjadi magnet tersendiri. Tiga nama potensial dilaporkan tengah intens melakukan lobi-lobi politik olahraga, yakni:
Akhmad Albert (Ketua Persatuan Drum Band Kaltim)
Adnan Faridhan (Ketua Asosiasi Futsal Kaltim)
Rony Pangajoang (Sekum Ikatan Olahraga Dansa Kaltim)
Mundurnya Rusdiansyah Aras diprediksi akan mengubah peta persaingan dan menjadikan Musorprov mendatang sebagai babak baru dalam menentukan arah pembinaan olahraga prestasi di Benua Etam.(rd/mn)
![]()

