Catatan Rizal Effendi
MEMASUKI usia kota Balikpapan 129 tahun, perlu juga warga kota tahu siapa saja yang pernah memimpin kota ini. Dari catatan yang ada, jumlahnya sudah 10 orang, terhitung sejak Balikpapan ditetapkan sebagai kota pada tahun 1960 bersama Samarinda.
Wali Kota pertama adalah Aji Raden Sayid (ARS) Mohammad, bertugas pada 1960-1963. Lalu yang kedua Bambang Sutikno (1963-1965). Menyusul Imat Saili sebagai wali kota ke-3 (1965-1967), lalu Zainal Arifin sebagai wali kota ke-4 (1967-1973) dan Asnawi Arbain sebagai wali kota ke-5 (1974-1981).
Sedang wali kota ke-6 adalah Syarifuddin Yoes (1981-1989), kemudian Tjutjup Suparna sebagai wali kota ke-7 (1991-2001), Imdaad Hamid menjadi wali kota ke-8 (2001-2011), dan saya, Rizal Effendi sebagai wali kota ke-9 (2011-2021).

Rahmad Mas’ud (RM) menjadi wali kota Balikpapan ke-10. Dia mulai bertugas 31 Mei 2021. Sekarang memasuki masa tugas yang kedua sejak dilantik serentak 20 Februari 2025 di Jakarta.
Saya mengenal pemimpin Kota Beriman sejak wali kota ke-6, Syarifuddin Yoes. Dia kolonel CZI yang akrab dipanggil Pak Yoes. Ketika dia menjadi Dandim 0901 Samarinda, saya sempat ditangkap Pak Yoes gara-gara melakukan aksi demo di kampus. Masih era Orde Baru. Saat itu saya adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
Pak Yoes adalah wali kota yang sangat mencintai Persiba Balikpapan. Berkat kegigihannya, Persiba saat itu naik ke Liga Utama. Berkat Pak Yoes juga lahirlah koran pertama di Kaltim yang bernama ManuntunG, tempat saya bekerja sebagai wartawan. Dalam perkembangannya ManuntunG bertransformasi menjadi Kaltim Post, yang 5 Januari lalu merayakan HUT-nya ke-38.
Penerus perjuangan Pak Yoes adalah Tjutjup Suparna. Sama-sama dari Kodam VI/Mulawarman. Pak Tjutjup juga kolonel yang suka bola. Saya dan Syarifuddin HS (“Bung Jenderal”) sering bermain bola dengan Pak Tjutjup dalam tim kesebelasan yang dinamai “Kasbon.” Tapi uniknya Pak Tjutjup tak mau menangani Persiba secara langsung. Dia banyak fokus dalam penataan kota yang bersih dan indah. Sampai Balikpapan menjadi Kota Adipura. Di era Pak Tjutjup lahirnya lagu hymne Balikpapan. Dia secara khusus mengundang Sam Bimbo, sang pengarangnya ke Balikpapan.
Tentang Pak Imdaad, saya mengenalnya sejak di Samarinda. Waktu itu dia menjadi Kepala Humas Pemda Kaltim. Saya sering mewawancarainya, karena saya wartawan. Dia yang menggagas konsep Balikpapan Madinatul Iman. Pak Imdaad memimpin kota sangat bersahaja. Dia juga pemimpin cerdas dan religius. Dia berjuang keras agar Balikpapan tidak gelap. Era Pak Imdaad adalah era kita kekurangan listrik, sampai dia beli genset dan berjuang mendapatkan gas dari Total.
Berkat Pak Imdaad, saya mendadak beralih profesi dari seorang wartawan menjadi pemimpin kota. Pak Imdaad yang mengajak saya menjadi pasangan Pilwali. Sebelumnya Pak Imdaad didampingi Pak Mukmin Faisal sebagai wakil wali kota. Tapi pada Pilwali 2005, Pak Mukmin maju sendiri bersama Gunawarman.
SUKSES TANPA WAWALI
Dilihat dari sisi usia, RM boleh dibilang wali kota Balikpapan termuda. Ketika dia dilantik, usianya saat itu baru 45 tahun. Wali kota lainnya rata-rata di atas kepala 5. Saya saja waktu itu sudah berusia 53 tahun. Pak Imdaad pada usia 57 tahun. Pak Tjutjup juga terbilang muda. Waktu jadi wali kota usianya 46 tahun. Satu tahun lebih tua dari RM.
Rahmat juga wali kota satu-satunya dari unsur pengusaha. Lainnya dari perwira kepolisian, TNI dan birokrat. Saya juga di luar unsur itu. Soalnya profesi saya sebelumnya jurnalis.
Gelar pendidikan RM juga terbilang paling tinggi. Yang lain rata-rata setingkat S1 atau perwira kembang 3. Sedang RM bersama wakilnya sekarang, Bagus Susetyo sama-sama bergelar doktor (Dr). Artinya, dia sukses menempuh S1, S2, sampai S3. Gelar doktor diraih RM di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul.
Periode masa bhakti pertama (2020-2025), RM menjalankan tugasnya sendiri. Wakil terpilih saat itu, Thohari Aziz dari PDIP meninggal dunia akibat Covid sebelum dilantik. Tak ada penggantinya sampai akhir masa jabatan.
Meski memimpin kota sendirian, RM sukses mempertahankan prestasi kota. Balikpapan tetap peraih terbanyak penghargaan keberhasilan pembangunan tingkat provinsi. Rata-rata 15 sampai 17 penghargaan diraih tiap tahun. Balikpapan juga selalu meraih penghargaan kota bersih, Adipura Kencana dan Kota Tertib Lalu Lintas. RM kepala daerah pertama di Kaltim yang sukses meluncurkan program BPJS Gratis. Selain juga baju seragam sekolah gratis.
RM mirip Pak Tjutjup. Sangat perhatian dengan taman-taman. Kota semakin cantik dan smart. Apalagi posisi Balikpapan semakin strategis dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN). Rahmat juga sukses menggelar beberapa even nasional. Termasuk pertemuan para wali kota se Indonesia, yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
Ayah dari 5 anak hasil perkawinannya dengan Hj Nurlena ini, juga jago berolahraga. Kalau main bola, dia striker tajam yang mampu mencetak gol. Bisa bulutangkis, apalagi golf. Makanya dia bangun lapangan golf pribadi bernama Royal Mahligai Golf & Country di Kariangau. Dia juga mengembangkan olahraga berkuda di Balikpapan.
Sebelum menjadi wali kota, RM lima tahun memangku tugas sebagai wakil wali kota (wawali) periode 2016-2021. Dia mendampingi saya. Ketika saya memutuskan berpasangan dengan RM pada Pilwali 2015, beberapa sesepuh kota menolak. Mereka cenderung mendukung pasangan lain. Bahkan hampir semua tim sukses saya angkat kaki. Tinggal Zaenal Abidin atau Pak Zen yang bertahan dan menemani saya sampai sekarang. Dia memang teman sejati. Dan saya menang bersama RM.
Ada yang bertanya setelah 2030 nanti, ke mana RM melangkah? Apakah kembali ke dunia usaha atau terus berkiprah di dunia politik. Banyak yang memperkirakan dia akan terus berada dan berjuang di jalur kekuasaan. Kondisi itu sangat memungkinkan, selain masih muda, dia juga punya kemampuan logistik yang sangat memadai.
Beberapa kemungkinan politik bisa dilakukan RM. Dia bisa lukir dengan kakaknya, Hasanuddin Mas’ud. HAMAS menjadi Wali Kota Balikpapan dan dia menjadi Ketua DPRD Kaltim. Nanti di 2035, setelah Rudy Mas’ud selesai jadi gubernur, maka dia yang masuk menggantikannya. Rudy pasti manargetkan dua periode menjadi orang nomor satu Kaltim.
Ada juga yang bilang RM tertarik masuk ke DPR RI. Ada ambisi lain yang ingin dicapai. Dari situ dia akan berjuang masuk ke Kabinet. Apalagi kalau nanti Golkar yang memenangi Pemilu. Minimal bisa meraih wakil menteri. Apa tidak hebat jadinya? Pasti dia menjadi orang Kampung Baru pertama yang berada di lingkaran presiden. Hebat dan seru kalau jadi kenyataan.(*)
*) Foto-foto dikutip dari konten AI.
![]()

