KUTAI TIMUR – Fenomena menarik terjadi di Desa Bukit Makmur. Meski memiliki produksi sayuran melimpah, para petani justru menjual hasil panen mereka ke Kecamatan Kaubun karena desa belum memiliki pasar yang memadai. Kepala Desa Adventus Echo Lenawa mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa hampir semua sayuran di Kaubun berasal dari Bukit Makmur.
“Setelah kita telusuri bersama teman-teman PPL, mereka jualnya ke Kaubun. Hampir semua sayur-sayuran di Kaubun itu dari sini,” ungkap Adventus. Rabu (04/02/2026).
Ironisnya, setelah dijual di Kaubun, sayuran tersebut dibeli kembali oleh pengusaha lokal dari Bukit Makmur untuk dijual kembali di desa dengan harga yang lebih tinggi. Praktik ini membuat petani kehilangan margin keuntungan yang seharusnya bisa mereka peroleh.
“Ada pengusaha dari sini beli sayur di sana, lalu ada juga pedagang dari Kaubun yang bawa ke sini dia jual lagi. Harga sudah berbeda. Kenapa dibawa ke sana? Karena di sana ada pasar dan siap menampung dalam jumlah banyak,” jelas Adventus.
Kondisi ini membuat pemerintah desa semakin yakin untuk segera membangun pasar desa. Dengan adanya pasar, desa bisa langsung membeli produk petani dan memasarkannya, sehingga nilai tambah ekonomi tetap berada di Bukit Makmur.
Menurutnya, potensi Bukit Makmur sebagai central fresh market sebenarnya sangat besar. Dengan produksi sayuran yang melimpah dan tanah yang subur, desa ini bisa menjadi pemasok utama sayuran untuk wilayah sekitarnya. Yang dibutuhkan adalah infrastruktur pasar dan sistem distribusi yang baik agar petani mendapat harga yang adil dan desa mendapat pendapatan asli dari sektor pertanian.
“Kita mau menyiapkan pasar supaya desa siap membeli semua hasil mereka. Kami siap membeli tapi kami bawa ke pasar,” kata Adventus menegaskan.(Q)
![]()

