KUTAI TIMUR – Pembangunan dan pengembangan potensi desa-desa di Kutai Timur tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan reses anggota DPRD. Anggota DPRD Kutai Timur dari Dapil 2, dr. Novel Tyty Paembonan, menegaskan pentingnya sinergi dan keterlibatan semua pihak untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Yang pertama, saya rasa semua harus terlibat. Masyarakatnya, pemerintahnya baik Bupati dan SKPD-nya, DPR-nya, dan pihak ketiganya,” ungkap dr. Novel saat ditanya tentang strategi mendorong sektor-sektor potensial di wilayahnya. Rabu (04/02/2026).

Menurut legislator yang tengah menjalani periode kedua ini, keberhasilan pembangunan desa tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan komitmen dan niat baik dari semua pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat sebagai pelaku utama, pemerintah daerah sebagai fasilitator dan regulator, DPRD sebagai pengawas dan penyalur aspirasi, hingga pihak ketiga seperti swasta dan lembaga donor.

“Semua harus punya niat yang baik, program yang baik, laksanakan dengan dukungan dari masing-masing kita. Insyaallah pelan-pelan akan pasti mulai jalan,” jelasnya optimis.

Dr. Novel menekankan bahwa pendekatan parsial dalam pembangunan desa tidak akan memberikan hasil maksimal. Koordinasi antar-stakeholder menjadi kunci utama agar program-program pembangunan tidak tumpang tindih dan sumber daya dapat dimanfaatkan secara efisien.

Pernyataan ini sekaligus menjawab pertanyaan apakah kegiatan reses DPRD sudah cukup untuk mendorong perkembangan desa. Menurutnya, reses hanya salah satu instrumen, tetapi eksekusi pembangunan memerlukan kolaborasi yang lebih luas dan sistematis.

“Kami berharap pembangunan di desa-desa Dapil 2 dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari berbagai program yang dijalankan,”tutupnya.(Q).

Loading