KUTAI TIMUR – Pembangunan infrastruktur jalan lingkungan di Desa Bukit Makmur menunjukkan kemajuan signifikan. Kepala Desa Adventus Echo Lenawa mengungkapkan bahwa hampir sebagian besar jalan lingkungan di desanya sudah disemenisasi, dengan sisa sekitar 1 kilometer lebih yang masih dalam tanah.

“Kondisi jalan lingkungan kami sudah lumayan bagus. Hampir sebagian besar sudah disemenisasi. Mungkin kurang lebih ada 1 kilometer lebih yang masih belum,” jelas Adventus. Rabu (04/02/2026).

Target pemerintah desa cukup ambisius. Di tahun 2026, seluruh jalan lingkungan diharapkan sudah selesai disemenisasi. Bahkan, sudah ada wacana untuk melakukan peningkatan lebih lanjut dengan pengaspalan di tahun 2027-2028.

“Setelah semenisasi, ada wacana kami akan pendobelan di atasnya dengan pengaspalan,” ungkap Adventus.

Pencapaian ini sangat berbeda dengan kondisi beberapa tahun lalu. Untuk jalan poros desa, transformasinya bahkan lebih dramatis. Lima hingga enam tahun lalu, jalan poros masih berbatu dan sulit dilalui. Kini, jalan poros sudah disemenisasi secara utuh.

“Sangat bersyukur dibanding beberapa tahun yang lalu. Jalan poros kami sudah bagus, sudah semenisasi secara utuh,” kata Adventus.

Meski jalan poros sedikit bergelombang, namun kondisi ini jauh lebih baik dibanding masa lalu. Perbaikan infrastruktur jalan ini tidak lepas dari kehadiran proyek pertambangan yang juga berkontribusi dalam pembangunan akses jalan di wilayah tersebut.

Namun, tantangan tetap ada. Keterbatasan anggaran di tahun 2026 membuat pemerintah desa harus cermat dalam mengalokasikan dana. Prioritas akan diberikan pada jalan-jalan yang paling dibutuhkan masyarakat sambil tetap mengupayakan penyelesaian total di tahun-tahun berikutnya.

“Kita juga ada kendala di 2026, dan mungkin semua juga terdampak, tapi kami akan terus berkomitment untuk menyelesaikan hal hal prioritas seperti jalan,”tutupnya.(Q)

Loading