SAMARINDA – Kabar gembira bagi warga Kalimantan Timur yang ingin memeriksakan kesehatan secara cuma-cuma. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang awalnya diluncurkan sebagai “kado ulang tahun” dari negara, kini tampil dengan wajah baru yang lebih fleksibel. Masyarakat tidak perlu lagi menunggu tanggal lahir tiba untuk mendapatkan layanan deteksi dini penyakit.

Kebijakan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya aturan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/33/2025 membatasi pemeriksaan hanya pada hari ulang tahun hingga satu bulan setelahnya. Kini, pintu puskesmas terbuka lebar kapan pun warga merasa perlu memeriksakan diri.

Fleksibilitas demi Deteksi Dini
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa pelonggaran aturan ini bertujuan untuk memutus rantai birokrasi yang kaku demi kesehatan publik. Tujuannya satu, mendorong masyarakat lebih rajin melakukan deteksi dini.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. (Foto: jalia/jurnalborneo)

“Sekarang tidak lagi terikat tanggal lahir. Misalnya ulang tahun bulan Juni, pemeriksaan bisa dilakukan sejak Maret tanpa harus menunggu hari H,” ungkap Jaya saat memberikan keterangan di Samarinda, Rabu (4/2/2026).

Menurut Jaya, fleksibilitas waktu ini sangat krusial. Sebab, jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi penyakit seperti hipertensi, petugas medis bisa segera mengambil tindakan. “Langsung wajib ditindaklanjuti dengan pengobatan,” tegasnya.

Digital atau Langsung? Semua Bisa
Untuk mempermudah alur pelayanan, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat Mobile. Lewat genggaman ponsel, warga bisa memilih lokasi fasilitas kesehatan terdekat hingga mengisi kuesioner skrining awal agar proses di puskesmas menjadi lebih cepat.

Namun, bagi warga yang tidak terbiasa dengan aplikasi, Jaya memastikan bahwa cara konvensional tetap berlaku.

“Datang langsung juga bisa. Tapi kalau lewat aplikasi, alurnya lebih tertata,” ujarnya. Ia juga menjamin bahwa seluruh rangkaian layanan, mulai dari pengecekan hingga pengobatan lanjutan, diberikan tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Melawan “Pembunuh Senyap”
Perubahan kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah pusat mencatat angka kematian akibat penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan jantung, masih menghantui dengan jumlah ratusan ribu kasus setiap tahunnya. Penyakit-penyakit yang sering disebut sebagai “pembunuh senyap” ini sebenarnya bisa ditekan jika pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin dilakukan.

Di Kalimantan Timur, program CKG yang telah berjalan sejak Februari tahun lalu ini terus diperkuat. Dinkes Kaltim berharap masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dengan dihapusnya syarat “hari ulang tahun”, kesehatan kini benar-benar berada dalam kendali masing-masing warga, tanpa perlu menunggu kalender berganti angka.(*/mn)

Loading