SEPAKU – Kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di kawasan “Tikungan S”, Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, memakan korban jiwa. AZM, seorang pelajar SMP Negeri 2 Sepaku, dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan maut pada Sabtu (31/1/2026) malam.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WITA. Korban pertama kali ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak sadarkan diri di area rerumputan, dengan posisi terpental sekitar lima meter dari badan jalan raya.

Meski lokasi kejadian sempat dipadati warga yang ingin membantu, proses evakuasi sempat tertunda lantaran tidak adanya unit ambulans yang bersiaga di sekitar tempat kejadian. Situasi darurat ini baru teratasi saat unit ambulans PWI Kaltim Peduli yang kebetulan melintas dihentikan oleh warga untuk membawa korban ke rumah sakit.
Setibanya di IGD RSUD Sepaku, tim medis langsung melakukan tindakan darurat termasuk pemeriksaan rekam jantung (EKG). Namun, dokter jaga IGD RSUD Sepaku, dr. Muhammad Rifki Fadilah, menyatakan bahwa nyawa AZM sudah tidak dapat diselamatkan.
“Ketika tiba di IGD, kondisi pupil mata korban sudah mulai melebar. Hasil EKG menunjukkan tidak ada lagi aktivitas jantung. Diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar 30 menit sebelum pemeriksaan,” terang dr. Rifki.
Terkait denyut nadi yang sempat dirasakan warga saat evakuasi, dr. Rifki menjelaskan bahwa hal tersebut kemungkinan merupakan sisa aktivitas tubuh sesaat sebelum fungsi organ vital berhenti sepenuhnya.
Berdasarkan keterangan rekan-rekannya, AZM saat itu tengah dalam perjalanan pulang dari arah Bendungan Sepaku. Saat melintasi “Tikungan S” yang dikenal cukup tajam, korban diduga kehilangan kendali atas sepeda motornya.
“Harusnya berbelok ke kiri, tapi korban justru lurus dan terjatuh,” ungkap salah satu rekan korban di lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan luka-luka serius yang dialami korban, di antaranya luka robek parah di bagian kepala sebelah kanan dan patah tulang (fraktur) pada kaki kiri. Saat ditemukan, kondisi tubuh dan pakaian korban juga dilaporkan dalam keadaan basah kuyup.
Identifikasi Korban
Proses identifikasi sempat mengalami kesulitan karena korban tidak membawa tanda pengenal saat berkendara. Identitas AZM baru terungkap setelah relawan PWI Kaltim Peduli berkoordinasi dengan warga di sekitar rumah sakit yang mengenali wajah korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga telah dikabarkan mengenai musibah ini melalui bantuan tetangga, mengingat kedua orang tua korban dilaporkan sedang tidak berada di rumah saat relawan mendatangi kediaman mereka.

Jasad AZM malam itu juga diantar ke rumah duka di Jalan Tanjung RT 1 Patok 8 Sukaraja, Sepaku menggunakan Ambulans PWI Kaltim Peduli setelah semua administrasi di RSUD Sepaku diselesaikan.(mn)
![]()

