BALIKPAPAN – Di tengah dinamika industri media yang kian kencang, keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Balikpapan memilih untuk tetap teguh pada prinsip kebersamaan. Lewat mekanisme musyawarah yang teduh, Debi kembali dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua PWI Kota Balikpapan periode 2026–2029.

Kamis (29/1/2026) menjadi saksi bagi solidaritas para penyampai kabar di kota ini. Dalam ruang pemilihan yang kental dengan semangat kekeluargaan, Debi ditetapkan secara aklamasi sebagai calon tunggal. Tidak ada riuh persaingan, yang ada hanyalah mufakat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan yang dianggap telah berjalan di jalur yang tepat.

Ketua Panitia Pemilihan, Drs.H. Slamet Iman Santoso, menyebut bahwa ketenangan proses ini bukanlah tanpa dinamika, melainkan hasil dari kedewasaan berorganisasi. Semua tahapan dilakukan secara terbuka dan patuh pada AD/ART PWI.

Pimpinan sidang sekaligus ketua panitia H. Slamet Iman Santoso saat menyerahkan palu kepada Wakil Ketua Sekretaris PWI Kaltim Wiwid Marhaendra Wijaya.

“Semua tahapan berjalan sesuai dengan musyawarah mufakat dan mengacu pada AD/ART. Proses penjaringan calon dilakukan dengan semangat keterbukaan untuk melahirkan generasi kepengurusan ke depan yang terbaik,” ujarnya di Aula Ruang Pertemuan Wawali Balikpapan,(29/1/’26)

Apresiasi tinggi datang dari Ketua PWI Provinsi Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin. Baginya, Balikpapan bukan sekadar kota satelit, melainkan jantung penting bagi pergerakan PWI di Kalimantan Timur. Histori panjang dan kontribusi nyata, seperti keberhasilan di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas), menjadi bukti tangan dingin pengurus periode sebelumnya.

Namun, Abdurrahman menyisipkan pesan mendalam bagi kepengurusan yang baru. Di pundak Debi dan timnya, ia menitipkan harga diri wartawan yang harus dijaga melalui satu pintu, kompetensi.

“Yang utama adalah kompetensi. Jika kompetensi wartawan baik, maka kesejahteraan juga akan mengikuti,” tegas Rahman.

Ia meyakini, di bawah kepemimpinan Debi, solidaritas anggota yang sudah kuat akan menjadi modal utama untuk naik kelas.

“Kita mengetahui bahwa PWI Kota Balikpapan memiliki histori panjang dan peranan penting bagi PWI Kalimantan Timur. Di beberapa event, sumbangsih PWI Kota Balikpapan cukup baik, salah satunya pada ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) yang kontribusinya cukup signifikan,” kata Abdurrahman.

Bagi Debi, kepercayaan kedua ini adalah panggilan untuk kerja keras yang lebih nyata. Salah satu agenda besar yang sudah menanti di depan mata adalah persiapan Balikpapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada).

“Ke depan, kita akan fokus pada pelaksanaan Porwada. Kita akan bersama-sama mencari dukungan, saling menjaga, dan saling menguatkan,” ujar Debi penuh optimisme dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih.

Selain urusan lapangan hijau dan kompetisi, Debi juga ingin merapikan internal organisasi. Ia menekankan pentingnya administrasi yang tertib, di mana pendaftaran anggota baru harus dilakukan secara berjenjang melalui pintu PWI Kota sebelum melangkah ke tingkat provinsi. Hal ini ia suarakan demi menjaga kedaulatan dan koordinasi organisasi di tingkat lokal.

Insan Pers PWI Kaltim seusai pemilihan ketua, bertekat menjaga marwah profesi sembari memastikan bahwa “pena” mereka tetap tajam dan bermartabat.(foto: iman/pwi balikpapan)

Pemilihan telah usai, namun bagi para wartawan di Balikpapan, tugas baru saja dimulai. Di bawah komando Debi, mereka kini bersiap merapatkan barisan, menjaga marwah profesi sembari memastikan bahwa “pena” mereka tetap tajam dan bermartabat.(*/mn)

Loading