BANYUWANGI – Progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Lateng, Kabupaten Banyuwangi, kini tinggal selangkah lagi menuju rampung. Proyek strategis yang digadang-gadang menjadi ikon baru kawasan pesisir tersebut disiapkan sebagai destinasi wisata kuliner berbasis hasil laut.

Saat ini, aktivitas pekerja terfokus pada penyempurnaan bangunan, penataan kawasan, serta pemasangan fasilitas penunjang. Secara visual, wajah baru kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, mulai terlihat jelas.

Berbeda dengan konsep KNMP di sejumlah daerah lain, KNMP Lateng Banyuwangi tidak hanya difungsikan sebagai pusat aktivitas nelayan dan permukiman pesisir. Kawasan ini juga diarahkan menjadi sentra wisata kuliner laut guna meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

Daya tarik KNMP Lateng turut diperkuat melalui desain arsitektur bernuansa kearifan lokal. Enam bangunan utama mengadopsi gaya rumah adat Suku Osing dengan sentuhan ornamen batik Gajah Oling yang memadukan unsur modern dan identitas budaya Banyuwangi.

Pembangunan KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan Banyuwangi sebagai salah satu dari 100 lokasi awal pengembangan kawasan nelayan terpadu di Indonesia. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menyampaikan bahwa kawasan KNMP dirancang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi nelayan. Selain sentra kuliner, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti area pendaratan ikan, dermaga sandar perahu, titik pengisian bahan bakar, balai pertemuan, pabrik es, serta unit pengolahan ikan.

“Kami menyiapkan fasilitas pengolahan ikan, area kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan agar kawasan ini benar-benar hidup dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat pesisir,” ujar Suryono.

Terkait progres pembangunan, Suryono memperkirakan proyek tersebut akan tuntas dalam tiga hingga empat hari ke depan. Namun, pengoperasian kawasan masih menunggu proses administrasi berupa Berita Acara Serah Terima (BAST) dari pihak pelaksana proyek.

“Setelah BAST dilakukan, aset akan diserahkan dan selanjutnya dioperasionalkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah dibentuk di kampung nelayan ini,” ucap Suryono.

Loading