KUTAI TIMUR – Pemerintah Desa Martadinata menjadikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai mitra utama dalam menyalurkan bantuan bibit dan pupuk agar tepat sasaran dan menghasilkan produktivitas optimal.
Kepala Desa Martadinata, Sutrisno, mengatakan kolaborasi dengan PPL sudah berjalan selama tiga tahun dan terbukti efektif meningkatkan hasil pertanian. “Kami selalu berkoordinasi dengan PPL Desa Martadinata karena lebih paham mereka mana sih petani yang aktif menanam cabai misalkan atau tomat,” ujar Sutrisno.
Menurutnya, tidak semua petani mampu menanam semua jenis komoditas dengan hasil yang baik. “Tidak semua petani juga bisa menanam contoh tomat misalkan. Tidak semua petani bisa menanam tomat, mungkin bisa nanam tetapi hasil tidak ada,” jelasnya, Rabu (28/01/2026).
Oleh karena itu, peran PPL sangat penting untuk memastikan bantuan bibit dan pupuk disalurkan kepada petani yang tepat sesuai dengan keahlian dan kondisi lahan mereka. “Sehingga kolaborasinya kami harapannya biar tepat sasaran bantuannya, tidak lagi sekedar menggelontorkan anggaran bisa diserap ke petani tetapi hasilnya tidak ada,” katanya.
Pola kolaborasi ini dimulai dari identifikasi petani yang sesuai untuk setiap komoditas, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan teknis hingga panen. “Sehingga berjalan 3 tahun kami selalu kolaborasi dengan PPL Desa Martadinata. Bagaimana ke depan desa kita ini bisa dikenal dari segi hortiknya, itu yang tengah kami upayakan” ungkapnya.
PPL juga berperan dalam menangani permasalahan yang dihadapi petani, terutama terkait pengendalian hama dan penyakit tanaman. “Tidak ada hambatan ke depan karena misalkan penanganan hama kan pasti PPL ada di dalamnya, Dinas Pertanian,” jelasnya.
Selain PPL dari dinas pertanian, pemerintah desa juga berkolaborasi dengan perusahaan yang memiliki program pembinaan pertanian. “Kadang juga kami berkolaborasi dengan perusahaan yang ada. Kemarin kami ada pengembangan pertanian di Pertamina,” katanya.
Kolaborasi tiga pihak antara pemerintah desa, PPL Dinas Pertanian, dan perusahaan ini menghasilkan dampak signifikan. “Pertamina itu memberikan mendampingi petani di desa berkolaborasi dengan Dinas Pertanian di Kabupaten. Jadi alhamdulillah berhasil,” ungkap Sutrisno.
Keberhasilan pola kolaborasi ini terbukti dari prestasi yang diraih, termasuk meraih medali emas tingkat nasional untuk produk UMKM pertanian. “Alhamdulillah di tingkat nasional dapat medali emas untuk petani di Desa Martadinata,” katanya dengan bangga.
Sutrisno menekankan pentingnya ilmu yang didapat petani dari program pembinaan dapat terus diterapkan. “Inilah yang saya kejar, jangan sampai setelah dibina perusahaan sudah tidak ada malah merosot. Harusnya kan ada peningkatan karena ada ilmu yang sudah didapat,” jelasnya.
Dengan pola kolaborasi yang solid antara pemerintah desa, PPL, dan perusahaan, Desa Martadinata optimis dapat terus meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. “Harapannya ada kenaikan pengetahuan yang didapat petani yang ada di Desa Martadinata,” pungkasnya.(Q)
![]()

