SAMARINDA – Bank Indonesia resmi mengukuhkan Jajang Hermawan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur. Pengukuhan yang berlangsung di Kantor Perwakilan BI Kaltim ini menandai estafet kepemimpinan dari Budi Widihartanto kepada Jajang Hermawan.

Kepala Perwakilan BI Kaltim periode 2023–2025, Budi Widihartanto, menegaskan bahwa berbagai program strategis pengendalian inflasi yang telah berjalan akan tetap dilanjutkan di bawah kepemimpinan baru. Salah satunya melalui pemanfaatan aplikasi Mandau yang diperkuat dengan inovasi teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI).

“Ke depan, upaya pengendalian inflasi akan terus dilengkapi agar inflasi tetap rendah dan terjaga secara berkelanjutan, demi melindungi daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Budi usai acara, Senin (26/1/2026).

Ia juga menyampaikan kesan mendalam selama bertugas di Kalimantan Timur. Menurutnya, kuatnya semangat kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Jajang Hermawan, Kepala Perwakilan BI Kaltim yang baru, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan bahkan meningkatkan seluruh program kerja yang telah dirintis sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Kaltim yang baru, Jajang Hermawan saat resmi dilantik.(Foto: hms BI Kaltim)

“Kami akan meneruskan dan meningkatkan program pengendalian inflasi, sistem pembayaran, pengembangan UMKM, serta literasi dan edukasi ekonomi keuangan,” kata Jajang, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI Cirebon.

Dukungan juga disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang menilai peran Bank Indonesia sangat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya pada indikator makro ekonomi.

“Sinergi BI dengan TPID dan TP2DD terbukti mampu menekan inflasi dan mendorong digitalisasi daerah. Bahkan, Kaltim mendapat penghargaan langsung dari Presiden,” ungkapnya.

Seno Aji berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Bank Indonesia terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(*/mn)

Loading