KUTAI TIMUR – Kepala Desa Bukit Permata, Sutrisno, memiliki visi ambisius menjadikan desanya sebagai Desa Agro Techno Park dengan konsep kemandirian energi melalui pengembangan biogas dari peternakan sapi.
Dalam rencana jangka panjangnya, Sutrisno menargetkan setiap RT di Desa Bukit Permata memiliki kelompok ternak sapi yang dapat memproduksi biogas sebagai pengganti LPG untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
“Planning saya untuk setiap RT harus mempunyai kelompok ternak. Tujuannya, ke depan kita tidak akan lagi ketergantungan dengan LPG. Kita bisa produksi biogas untuk kebutuhan memasak,” ungkap Sutrisno baru-baru ini.
Konsep Agro Techno Park ini telah disampaikan saat dengar pendapat dengan bagian tata pemerintahan kabupaten, dan Desa Bukit Permata pun telah diberikan nama sebagai Desa Agro Techno Park.
Saat ini, desa yang mayoritas warganya petani kelapa sawit dengan luas perkebunan mencapai 100-150 hektar ini telah memiliki Kelompok Tani Ternak Rimba Raya yang berhasil memproduksi biogas sebagai pilot project. Selain biogas, kelompok ternak ini juga memproduksi pupuk organik yang telah lulus uji laboratorium dan mendapat permintaan dari PT Indexim Coalindo.
“Bukan hanya menghasilkan pupuk organik saja, tapi kemarin sudah bisa menghasilkan biogas,” tambahnya.
Dalam konteks hilirisasi peternakan, Sutrisno juga berencana mengolah urin sapi yang saat ini belum diolah. Program ini diharapkan dapat menggali Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui penjualan produk-produk turunan peternakan.
Untuk mewujudkan visi ini, Sutrisno juga berencana mengembangkan pasar ternak dan Rumah Potong Hewan (RPH) di desanya, memanfaatkan potensi peternakan sapi yang cukup besar di wilayah tersebut.(Q)
![]()

