Dr. Hartono

Sekretaris Majelis Ta’lim Al Ihsan dan Dosen STAIS Kutai Timur

BULAN suci Ramadhan selalu hadir membawa kerinduan dan harapan baru bagi umat Islam. Ia bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender hijriah, melainkan momentum spiritual yang sarat dengan nilai perbaikan diri, penguatan iman, dan peningkatan kualitas ibadah.

Hal inilah yang menjadi inti pesan dalam pengajian yang disampaikan oleh Ustad M. Ma’ruf Buhanudin, S.H., M.H., penceramah asal Bojonegoro, Jawa Timur, dalam sebuah pengajian akbar majelis ta’lim al ihsan yang berlangsung khidmat di Masjid Fastabiqul Khairot, Jalan Kerinci, Desa Sri Pantu, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur. Pengajian ini dihadiri oleh jamaah Majelis Ta’lim yang luar biasa antusias, mencerminkan semangat umat Islam dalam menyambut datangnya bulan penuh keberkahan.

Dalam ceramahnya, Ustad Ma’ruf menegaskan bahwa Ramadhan bukanlah bulan yang datang secara tiba-tiba tanpa persiapan. Ramadhan adalah tamu agung yang harus disambut dengan kesiapan lahir dan batin. Oleh karena itu, memperbaiki diri sebelum Ramadhan menjadi sebuah keharusan, bukan sekadar anjuran. Perbaikan diri ini mencakup banyak aspek, mulai dari niat, ibadah, akhlak, hingga hubungan sosial sesama manusia.

Persiapan menyambut Ramadhan, sebagaimana disampaikan Ustad Ma’ruf, diawali dengan meluruskan niat. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan ibadah yang bertujuan menumbuhkan ketakwaan. Tanpa niat yang benar, puasa akan kehilangan makna spiritualnya.

Oleh sebab itu, setiap muslim perlu menanamkan dalam hatinya bahwa Ramadhan adalah waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak amal saleh, dan meninggalkan kebiasaan buruk yang selama ini mungkin masih melekat.

Selain niat, memperbaiki kualitas ibadah juga menjadi poin penting. Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, bulan shalat malam, dan bulan sedekah. Ustad Ma’ruf mengajak jamaah untuk mulai membiasakan diri membaca Al-Qur’an sebelum Ramadhan tiba, agar ketika bulan suci datang, hati sudah siap dan lidah terbiasa melantunkan ayat-ayat Allah. Begitu pula dengan shalat, baik shalat wajib maupun sunnah, hendaknya dijaga dan ditingkatkan kualitas kekhusyuannya.

Namun, perbaikan diri tidak hanya berhenti pada ibadah ritual. Akhlak dan sikap sehari-hari juga menjadi bagian penting dari persiapan Ramadhan. Puasa sejatinya melatih kesabaran, pengendalian diri, dan kejujuran.

Oleh karena itu, Ustad Ma’ruf menekankan pentingnya menjaga lisan, menahan amarah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Ramadhan akan kehilangan maknanya jika seseorang rajin berpuasa, tetapi masih mudah menyakiti orang lain dengan ucapan dan perbuatannya.

Pengajian yang berlangsung di Masjid Fastabiqul Khairot tersebut terasa begitu hidup karena jamaah yang hadir tidak hanya mendengarkan, tetapi juga merenungi setiap pesan yang disampaikan.

Antusiasme jamaah Majelis Ta’lim menunjukkan bahwa kesadaran untuk menyambut Ramadhan dengan persiapan yang matang semakin tumbuh di tengah masyarakat. Hal ini menjadi pertanda baik bahwa Ramadhan tidak dipandang sebagai rutinitas tahunan semata, melainkan sebagai kesempatan emas untuk melakukan perubahan diri ke arah yang lebih baik.

Ustad Ma’ruf juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan dan ampunan. Di dalamnya terdapat pahala yang berlipat ganda, doa-doa yang dikabulkan, serta kesempatan besar untuk menghapus dosa-dosa masa lalu.

Namun, semua keutamaan itu hanya akan diraih oleh mereka yang sungguh-sungguh mempersiapkan diri. Ramadhan bukan tentang siapa yang paling sibuk dengan aktivitas dunia, tetapi siapa yang paling serius memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT.

Pada akhirnya, pesan utama dari pengajian ini adalah ajakan untuk menjadikan Ramadhan sebagai titik balik perubahan diri. Memperbaiki diri sebelum Ramadhan berarti membuka pintu bagi lahirnya pribadi yang lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih peduli terhadap sesama. Dengan persiapan yang baik, Ramadhan tidak hanya akan datang dan pergi begitu saja, tetapi meninggalkan jejak perubahan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga pengajian di Masjid Fastabiqul Khairot ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh jamaah dan masyarakat luas untuk menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kesadaran dan kesiapan. Karena sejatinya, Ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk memperbaiki diri dan meraih keberkahan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Loading