MUARA JAWA – Peristiwa memilukan terjadi di kawasan perairan Muara Ulu, Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. Seorang pria bernama MN (50) dilaporkan hilang diterkam buaya saat sedang memanen udang di sebuah empang, Senin (19/1/2026) malam.

Hingga Selasa (20/1/2026) sore, Tim SAR gabungan baru berhasil menemukan potongan tubuh berupa tangan kiri korban, sementara tubuh korban lainnya masih dalam proses pencarian intensif.

Peristiwa bermula pada Senin malam sekitar pukul 23.30 WITA. Korban bersama anaknya, A (23), dan pemilik empang, S (50), sedang mengeluarkan udang dari empang dengan cara menjaring (poro).

Lantaran jaring terasa sangat berat saat hendak dinaikkan, Nurdin berinisiatif turun ke air untuk mengangkat jaring tersebut secara manual. Tak disangka, saat itulah seekor buaya muncul dan langsung menerkam korban.

“Kejadiannya sangat cepat. Korban diterkam dan langsung dibawa keluar dari depan pintu empang. Anak korban dan pemilik empang menyaksikan langsung kejadian tragis itu, namun tidak bisa berbuat banyak karena kondisi gelap dan berbahaya,” ujar salah satu petugas lapangan dalam laporannya.

Informasi mengenai kejadian ini sempat terlambat sampai ke pihak berwenang lantaran lokasi empang yang terisolasi dan tidak terjangkau sinyal seluler. Pihak keluarga baru bisa menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Muara Jawa pada Selasa siang pukul 13.00 WITA.

Sebelum tim SAR tiba, anak korban yang melakukan penyisiran mandiri menemukan potongan tangan kiri korban sekitar pukul 11.00 WITA. Potongan tersebut ditemukan saat air sedang surut, berjarak sekitar 300 meter dari titik lokasi penerkaman.

Kapolsek Muara Jawa, IPTU I Wayan Edi Surya Purnama, melalui keterangannya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di wilayah perairan, terutama pada malam hari.

“Kami mengonfirmasi adanya laporan warga diterkam buaya. Saat ini personel Polairud, TNI AL, Koramil, dan BPBD sudah berada di lapangan. Kami meminta warga untuk sementara waktu menghindari aktivitas berenang atau turun ke air di area rawan konflik buaya, terutama saat jam-jam aktif predator tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Tim SAR/BPBD Muara Jawa menambahkan bahwa pencarian hari pertama dilakukan hingga pukul 18.00 WITA menggunakan speedboat PHM, namun belum membuahkan hasil maksimal.

“Fokus kami adalah menyisir radius 1 hingga 2 kilometer dari lokasi penemuan potongan tubuh. Kendala utama adalah luasnya medan bakau dan arus air. Pencarian resmi kami hentikan sementara saat gelap dan akan dilanjutkan kembali esok pagi (Rabu) mulai pukul 07.00 WITA,” pungkasnya.(*/mn)

Loading