KUTAI TIMUR – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur menargetkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dapat naik kelas dengan peningkatan omzet dan penyerapan tenaga kerja dalam 2-3 tahun ke depan. Target ini menjadi visi utama pengembangan UMKM di bawah kepemimpinan Teguh Budi Santoso.

“Semuanya bisa naik kelas. Naik kelas itu dalam arti nilai omsetnya mereka meningkat. Syukur-syukur bisa memperkerjakan orang, menambah dua tiga karyawan,” ungkap Teguh saat ditanya tentang visi pengembangan UMKM di ruang kerjanya, Rabu (21/01/2026).

Teguh mencontohkan pengalaman kerja sama ekspor Amplang Batu Bara ke Sabah yang berhasil mendorong produsen untuk menambah tenaga kerja guna memenuhi permintaan pasar. “Dengan adanya ekspor ke Sabah, mereka nambah tenaga. Dia sempat sampaikan butuh rumah produksi,” jelasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Dinas Koperasi fokus pada tiga strategi utama. Pertama, fasilitasi sertifikasi halal dan HAKI agar produk UMKM memenuhi standar pasar modern. Kedua, pelatihan digitalisasi dan manajemen keuangan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Ketiga, pembangunan infrastruktur pendukung seperti rumah produksi bersama dan spot kuliner berbasis retribusi.

Teguh juga menekankan pentingnya quality control dalam pengembangan usaha. Ia mencontohkan pentingnya konsistensi rasa dalam produk kuliner. “Sampean pasti makan di suatu tempat ada yang sampean sesenahi. Begitu enggak enak dua tiga kali, pasti akan pindah. Artinya quality control itu penting,” jelasnya.

Untuk itu, Teguh mengusulkan pembangunan rumah produksi bersama bagi pelaku UMKM sejenis, seperti lima produsen Amplang Batu Bara yang saat ini bekerja sama. “Di situ bisa satu pabrik, bisa satu quality control-nya. Semua ibu-ibu harus melepaskan ego, berbagi resep supaya satu taste, satu rasa,” tegasnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, Teguh optimis dengan koordinasi yang baik antar-OPD dan dukungan CSR perusahaan, target naik kelas UMKM dapat tercapai.(Q)

Loading