KUTAI TIMUR – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam mencapai target kinerja adalah keterbatasan anggaran. Menurutnya, dengan anggaran yang lebih besar, Disdik bisa berbuat lebih banyak lagi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

“Sebenarnya tantangannya klasik, klasik aja. Anggaran saja. Artinya dengan anggaran yang banyak kita bisa berbuat lebih banyak lagi. Itu aja poinnya,” ujar Mulyono tegas, Rabu (21/01/2026).

Kadisdik menegaskan bahwa pernyataannya bukan berarti anggaran Disdik selama ini kurang, melainkan jika diberikan alokasi lebih besar, maka program-program strategis bisa diperluas jangkauannya dan menyentuh lebih banyak sekolah dan siswa.

“Bukan berarti kita selama ini kurang ya, artinya kalau kita dikasih lebih tentu bisa lebih banyak lagi yang kita bikin,” jelasnya.

Mulyono memberikan contoh konkret terkait program pembelajaran Al-Quran yang saat ini baru bisa menjangkau 39 sekolah. Jika anggaran lebih besar, program seperti ini bisa diperluas ke seluruh sekolah negeri di Kutai Timur.

“Contoh kayak guru mengaji tadi. Kalau kita duitnya banyak mungkin bukan hanya 39 sekolah, mungkin seluruh Kutai Timur kita bisa dorong,” katanya.

Hal yang sama juga berlaku untuk program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) yang saat ini ditargetkan untuk 35 sekolah. Dengan anggaran lebih besar, program digitalisasi ini bisa mencakup lebih banyak sekolah sehingga transformasi digital pendidikan bisa lebih masif.

“Program KSRG mungkin buat 35 sekolah tapi kita bisa lebih banyak lagi. Artinya secara bertahap sesuai kemampuan kita bagi-bagi. Ini semuanya bisa jadi,” ungkapnya.

Meski demikian, Kadisdik menegaskan bahwa dari sisi teknis pelaksanaan program, hampir tidak ada kendala berarti. Semua program yang direncanakan bisa dilaksanakan dan diselesaikan dengan baik.

“Kalau tantangan secara teknis saya rasa hampir enggak ada. Berarti bisa ada tapi bisa diselesaikan,” katanya.

Mulyono menjelaskan bahwa dengan anggaran yang ada saat ini, Disdik menerapkan strategi pentahapan dan pemerataan. Program-program strategis dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran dengan tetap memperhatikan prinsip pemerataan ke seluruh wilayah.

Terkait kesejahteraan personel Disdik, Kadisdik menilai sudah cukup baik bahkan lebih tinggi dibanding daerah lain, terutama dalam hal Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) atau Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Kalau kesejahteraan secara umum pegawai hampir sama. Dan saya rasa sudah cukup bagus Kutai Timur kesejahteraannya, terutama dalam hal tunjangan kinerja daerah atau TPP-nya sudah cukup tinggi,” pungkasnya.(Q)

Loading