KUTAI TIMUR – Aktivitas pertanian di Desa Singa Gembara mengalami penyusutan signifikan akibat pembebasan lahan untuk kegiatan pertambangan. Tiga RT yang sebelumnya menjadi sentra sayur mayur kini sudah mulai berkurang aktivitas pertaniannya.

Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, mengungkapkan bahwa jumlah masyarakat yang bekerja sebagai petani saat ini masih sedikit. Sebelum adanya pembebasan lahan, tiga RT di desanya didominasi oleh aktivitas pertanian, khususnya sebagai sentra sayur mayur.

“Sebelum adanya pembebasan lahan, tiga RT kami didominasi oleh pertanian, sentral sayur mayur. Tapi adengan adanya ktivitas pertambangan, berkurang lahan pertaniannya,” ungkap Hamriani saat diwawancara, Kamis (15/01/2026).

Meskipun demikian, dalam Musrembangdes yang digelar 31 Desember 2025 lalu, sektor pertanian tetap menjadi salah satu usulan yang diajukan masyarakat. Usulan tersebut mencakup bantuan bibit dan pembangunan infrastruktur penunjang pertanian atau jalan tani.

Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmy, yang hadir dalam musrembang tersebut, menurutnya, menyatakan kesediaannya untuk mengawal usulan yang bersentuhan dengan petani. Beliau menekankan pentingnya tidak hanya bergantung pada sektor batubara, tetapi juga mengembangkan sektor lain termasuk pertanian.

Sekretaris Desa Singa Gembara, Nurhadin, menambahkan bahwa komoditas unggulan pertanian di Desa Singa Gembara saat ini masih berupa palawija. Namun, potensi pengembangan pertanian terhambat oleh kondisi tanah yang kurang subur.

“Kesuburan tanah kita kurang bagus. Tanah batu berlian hitam yang ada,” jelas Sekretaris Desa menjelaskan kendala pengembangan pertanian.

Pembebasan lahan untuk pertambangan juga berdampak pada pemukiman warga. Banyak warga yang sudah dibeli lahannya namun masih ber-KTP dan KK di lokasi semula, sementara tempat tinggalnya sudah terpencar. Beberapa bahkan kembali bercocok tanam ke hutan-hutan karena kehilangan lahan produktif.

“Pemerintah desa berharap usulan pengembangan pertanian yang telah diajukan dalam musrembang dapat diakomodir oleh pemerintah kabupaten melalui Dinas Pertanian. Dukungan berupa bibit unggul, pelatihan, dan infrastruktur jalan tani menjadi kebutuhan mendesak untuk membangkitkan kembali sektor pertanian di Desa Singa Gembara,” tutupnya. (Q)

Loading