JEMBER – Banjir merendam permukiman warga di Dusun Kepel, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, setelah hujan deras mengguyur selama empat jam pada Selasa (13/1/2026) sore hingga malam.
Air mulai masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 19.00 WIB dengan ketinggian bervariasi antara 40 sentimeter hingga satu meter, sehingga menggenangi akses jalan, halaman, dan bagian dalam rumah warga.
Sedikitnya 76 kepala keluarga terdampak banjir, dengan dua rumah terendam parah karena memiliki pondasi rendah, di mana masing-masing dihuni tiga jiwa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan, kondisi banjir sempat mencapai setinggi lutut hingga paha orang dewasa di beberapa titik.
“Situasinya karena tadi mulai jam empat sampai jam tujuh hujan cukup deras selama tiga sampai empat jam, akhirnya dua RT ini terendam sampai sebatas lutut bahkan ada yang sampai paha,” ujar Edy di Jember, Rabu (14/1/2026).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bersama relawan dan perangkat desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment, pengamanan, serta mengevakuasi warga yang membutuhkan bantuan.
Edy menyebutkan, pihaknya sempat menemukan seorang bayi berusia 11 bulan bersama orangtua di lokasi genangan yang cukup tinggi.
“Tadi saya melihat ada di belakang yang lumayan tingginya sampai sepaha, posisinya ada orangtua dan ada bayi berusia 11 bulan, sehingga kami pastikan kondisinya aman,” terangnya.
Meski berada di area dekat kandang sapi, warga tak dievakuasi ke tempat pengungsian karena posisi rumah relatif lebih tinggi dan hujan telah reda. BPBD Jember juga menyalurkan bantuan logistik berupa dua paket sembako kepada rumah warga yang terdampak paling parah.
Hingga Rabu pagi, banjir masih menggenangi sebagian permukiman warga, namun kondisi secara umum dinyatakan aman dan terkendali.
“Kondisi wilayah kondusif dan aman, rumah yang pondasinya tinggi tidak kemasukan air, hanya dua rumah yang pondasinya rendah yang terdampak,” kata Edy.
BPBD Jember mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bersiap melakukan langkah antisipasi apabila hujan kembali turun.
![]()

