KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur menggandeng lembaga profesional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan bahasa Inggris. Kolaborasi dengan Mathmaster dan Yayasan Adiluhung ini bertujuan mengubah paradigma pembelajaran yang selama ini dianggap menakutkan menjadi menyenangkan.
Kepala Disdik Kutim, Mulyono, mengatakan matematika dan bahasa Inggris merupakan dua mata pelajaran yang selama ini menjadi momok bagi siswa hingga tingkat SMP. Untuk mengubah kondisi ini, Disdik mengambil langkah strategis dengan mengadakan pelatihan masif untuk guru.
“Yang menjadi momok kita itu matematika dan bahasa Inggris sampai SMP. Kalau SMA mungkin ada fisika, kimia, tapi kita belum sampai ke sana. Untuk dua mapel ini kita melakukan upaya-upaya besar,” jelasnya, Kamis (15/01/2026).
Program pelatihan dengan Mathmaster fokus pada metode pembelajaran matematika yang menyenangkan. Seluruh guru matematika di Kutai Timur mengikuti bimbingan teknis ini untuk mengubah cara mengajar mereka agar lebih menarik dan mudah dipahami siswa.
“Semua guru matematika kita adakan bimtek melalui Mathmaster, bagaimana pembelajaran matematika yang menyenangkan,” ungkap Mulyono.
Sementara untuk bahasa Inggris, Disdik menggandeng Yayasan Adiluhung yang memiliki track record bagus dalam pengajaran bahasa Inggris dengan metode yang menyenangkan. Pelatihan ini juga diikuti oleh seluruh guru bahasa Inggris di Kutim.
“Kemudian juga kita adakan dengan bahasa Inggris yang menyenangkan dengan Yayasan Adiluhung, semua guru kita latih,” katanya.
Pendekatan “pembelajaran menyenangkan” dipilih karena Disdik menyadari bahwa anak-anak tidak akan bisa berkembang optimal jika mereka tidak merasa senang dalam belajar. Konsep ini menjadi dasar dari berbagai program yang diluncurkan Disdik.
“Konsepnya bagaimana terjadi proses pembelajaran yang menyenangkan. Kalau anak-anak ini tidak senang ya enggak mungkin bisa berkembang dengan nyaman,” tegas Kadisdik.
Hasil dari pelatihan ini cukup menggembirakan dengan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan literasi dan numerasi siswa. Hal ini membuktikan bahwa investasi pada peningkatan kapasitas guru memberikan dampak nyata pada pembelajaran siswa.
Ke depan, Disdik berencana memperluas kolaborasi dengan lembaga-lembaga profesional lainnya untuk mata pelajaran yang berbeda, sehingga kualitas pembelajaran di Kutim terus meningkat dan siswa semakin termotivasi untuk belajar.
“Ini adalah keterbukaan dan keseriusan Disdik Kutim dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan tidak hanya mengandalkan sumber daya internal, tetapi juga memanfaatkan expertise dari luar,” tutupnya. (Q)
![]()

