KUTAI TIMUR – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kutai Timur telah menetapkan tiga produk unggulan sebagai branding resmi UMKM daerah, yaitu Amplang Batu Bara, Gula Semut Aren Genjah, dan Madu Kelulut. Penetapan ini dilakukan karena selama ini Kutai Timur belum memiliki branding produk lokal yang kuat dan khas.

“Yang kemarin kami branding itu tiga produk untuk Kutai Timur karena belum ada branding lokal. Amplang Batu Bara, Gula Semut Aren Genjah, sama Madu Kelulut. Itu menurut kacamata saya yang produknya sudah stabil,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Teguh Budi Santoso, Selasa (14/01/2026).

Pemilihan ketiga produk tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa produksi sudah stabil dan memiliki kekhasan yang dapat menjadi ciri khas Kutai Timur. Teguh berharap dengan adanya branding yang jelas, produk-produk UMKM lokal dapat lebih mudah dikenal dan dipasarkan baik di tingkat regional maupun nasional.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM di Kutai Timur menurut Teguh adalah kurangnya inovasi dan kecenderungan hanya mengikuti tren. “Kurang improvisasi, inovasi. Booming itu menjadi trending. Contoh nyata dulu sempat booming roti gembong, semua berebutan,” keluhnya.

Karena itu, dalam setiap pelatihan, Teguh selalu meminta para pelaku UMKM, khususnya ibu-ibu yang mendominasi 90% pelaku usaha, untuk membuat produk dengan ciri khas Kutai Timur. “Kalau bisa buatkan ciri khas yang Kutai Timur. Itu akan kita branding besar,” tegasnya.

Dengan penetapan branding produk unggulan ini, diharapkan pelaku UMKM tidak lagi sekadar mengikuti tren yang cepat berlalu, tetapi fokus mengembangkan produk khas daerah yang memiliki nilai jual tinggi dan berkelanjutan. Ketiga produk unggulan tersebut juga akan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk sertifikasi, pemasaran, hingga pengembangan pasar ekspor seperti yang telah dilakukan pada Amplang Batu Bara yang akan diekspor ke Sabah, Malaysia.(Q)

Loading