SAMARINDA – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Persaudaraan Muslimah (Salimah) Kalimantan Timur menggelar agenda tahunan Safari Dakwah yang menyentuh sisi emosional dan spiritual perempuan. Mengusung tema “Lelah Boleh, Menyerah Jangan: Ramadan sebagai Waktu Pemulihan Ruhiyah”, acara ini berlangsung khidmat di Masjid Nurul Mu’minin, Pemprov Kaltim, Minggu (11/1/2026).

Ratusan jamaah yang memenuhi Masjid Nurul Mu’minin untuk mengikuti kajian Safari Dakwah Tarhib Ramadan 1447 H. (Foto: jalia/jurnalborneo)

Kegiatan ini menjadi oase bagi ratusan Muslimah yang hadir, menghadirkan sosok pendakwah nasional Umi Pipik Dian Irawati serta Ustadzah Mahmudah Amin (Pembina Damai Aqsha).

Ketua PW Salimah Kaltim, Aswita Emmawati, mengungkapkan bahwa perempuan seringkali menjadi sosok yang paling lelah selama Ramadhan. Mereka harus menyeimbangkan antara ibadah pribadi, mengurus kebutuhan rumah tangga, hingga urusan pekerjaan.

Ketua PW Salimah Kaltim, Aswita Emmawati. (Foto: jalia/jurnalborneo)

“Kami ingin menyemangati ibu-ibu agar meskipun lelah, mereka tidak menyerah. Jadikan Ramadan sebagai sarana pemulihan mental dan ruhiyah (kekuatan iman),” ujar Aswita.

Ia mengingatkan bahwa persiapan menyambut bulan suci harus dimulai sejak dini, sebagaimana anjuran Rasulullah SAW yang telah memupuk doa dan kesiapan diri sejak bulan Rajab. Menurutnya, rasa lelah yang dirasakan perempuan dalam menjalankan multi-peran tersebut adalah bagian dari ibadah yang bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.

Pesan Menyentuh dari Umi Pipik
Dalam tausyiahnya, Umi Pipik Dian Irawati menekankan pentingnya keteguhan iman di tengah peliknya ujian hidup. Ia mengajak para jamaah untuk mengubah sudut pandang terhadap rasa lelah.

Jangan Berharap pada Manusia: “Kalau kita berharap pada manusia, seringkali kita kecewa. Tapi kalau berharap pada Allah, insyaallah tidak akan pernah dikecewakan,” pesannya.

Umi Pipik menegaskan bahwa setiap tetes keringat dan rasa lelah dalam kebaikan tidak akan sia-sia. “Mungkin manusia tidak peduli, tapi Allah selalu ada dan tidak akan meninggalkan hamba-Nya.”

Komitmen Berkelanjutan Salimah
Selain Safari Dakwah, Salimah Kaltim terus berkomitmen mendampingi perempuan melalui program pembinaan ruhiyah yang berkelanjutan. Ada Kajian Muslimah Rutin, sebagai ruang diskusi dan belajar agama secara berkala. Ada program Baitul Qur’an, yaitu program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an dan pendalaman maknanya.

Safari Dakwah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi kaum perempuan di Kalimantan Timur agar dapat memasuki bulan Ramadhan dengan kondisi hati yang tenang, mental yang kuat, dan kedekatan yang lebih erat kepada Sang Pencipta.(*/mn)

Loading