KUTAI TIMUR – Kondisi infrastruktur Pasar Induk Sangatta memerlukan perhatian serius, terutama terkait perbaikan atap los sembako yang sudah berumur dan butuh rehabilitasi. Kepala UPT Pasar Induk, Bohari, mengungkapkan bahwa usulan perbaikan untuk tahun 2025 tidak terealisasi akibat relokasi anggaran.
Pedagang sudah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait kondisi atap yang memerlukan perbaikan. Pihak pengelola telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pimpinan, dengan harapan anggaran perbaikan bisa terealisasi di tahun 2026 agar tidak mengganggu pelayanan.
“Alhamdulillah fasilitas di pasar induk sampai tahun ini sudah terpenuhi. Namun ada beberapa hal yang karena faktor usia perlu pembenahan, di antaranya penggantian atap los sembako. Kami tahun 2025 ini sudah mengusulkan namun belum turun karena ada persoalan relokasi anggaran,” ungkap Bohari dalam sesi wawancara di Pasar Induk, Senin (12/01/2026).
Selain masalah atap, beberapa fasilitas lain juga membutuhkan perhatian. Masih ada jalan tanah di area pasar yang selalu becek dan sudah direncanakan untuk diperbaiki. Drainase juga menjadi masalah, dimana beberapa titik mengalami kebuntuan dan memerlukan konektivitas yang harus disambungkan.
Kondisi parkir halaman juga mengalami kerusakan di beberapa bagian belakang karena faktor usia. Struktur parkiran yang kebanyakan menggunakan paving dinilai kurang tahan lama, sehingga pihak pengelola mengusulkan betonisasi atau semenisasi minimal untuk akses jalan keluar masuk yang dilewati kendaraan.
Meski demikian, untuk fasilitas listrik, air minum, dan pelayanan lainnya, Bohari memastikan tidak ada kekurangan dan hingga akhir 2025 tidak ada tunggakan pembayaran. ”Hanya kendala di perbaikan sarpras karena kondisi anggaran, untuk yang lainnya masih aman,” katanya. (Q)
![]()

