BALANGAN – Semangat kemanusiaan melampaui batas wilayah dan rintangan cuaca. Itulah yang ditunjukkan oleh puluhan relawan gabungan dari Kecamatan Long Ikis dan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur saat mengantarkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.
Meski harus menempuh perjalanan berat di bawah guyuran hujan deras dan kendala teknis kendaraan, bantuan akhirnya sampai langsung ke tangan mereka yang membutuhkan pada Minggu (11/1/2026).
Perjalanan Penuh Perjuangan
Radiator bocor dan jarak pandang terbatas tidak menjadi kendala bagi rombongan relawan yang membawa bantuan mulai bergerak sejak Sabtu (10/1/2026) pagi. Namun, perjalanan menuju titik lokasi tidaklah mudah.
Jamrun, pegiat sosial dari Kecamatan Long Ikis yang mengawal langsung penyaluran ini, menceritakan tantangan yang mereka hadapi di jalur trans-provinsi.
“Kami tiba di lokasi sasaran, Kecamatan Tebing Tinggi, sekitar jam 17.00 WITA pada hari Sabtu. Perjalanan melambat karena hujan deras yang membatasi jarak pandang. Ditambah lagi, unit operasional Dipasana 04 sempat mengalami kendala kebocoran radiator,” tutur Jamrun, Minggu (11/1/2026).
Meski didera kelelahan dan kendala unit, para relawan tetap melanjutkan misi. Setibanya di lokasi, koordinasi langsung dilakukan dengan pihak pemerintah kecamatan setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Dua titik sasaran penyerahan bantuan yaitu di Kecamatan Tebing Tinggi dan Desa Sungsum.
Penyaluran bantuan dilakukan secara maraton di dua wilayah terdampak utama, Desa Tebing Tinggi (Tim Long Ikis) dari personel gabungan (Relawan Dipasana, Lintas Organisasi Long Ikis, Polsek Long Ikis, dan Orari Lokal Paser) menyasar 90 Kepala Keluarga (KK).


“Sebagian bantuan diserahkan melalui pihak kecamatan, dan sebagian lagi diantar langsung oleh relawan door-to-door ke rumah warga, pembagian rampung pada Minggu malam (11/1/2026) pukul 19.30 WITA.

Untuk di Desa Sungsum (Tim Batu Sopang) relawan dari Batu Sopang yang terdiri dari gabungan ormas (Tameng Adat Borneo, Sabang Merah, Perpedayak, dan Kumdatus) menyalurkan bantuan kepada 115 penerima manfaat.
“Koordinasi dilakukan dengan Kades Sungsum dan Ketua RT setempat, Bapak Sandi. Penyerahan dilakukan dalam dua tahap, yakni sore dan pagi hari,” tambah Jamrun.

Satu hal yang menyentuh dari aksi ini adalah transparansi dan integritas para relawan. Jamrun menegaskan bahwa 100% dana penggalangan masyarakat digunakan untuk bantuan logistik, sedangkan dana operasional dari kocek pribadi relawan.
“Untuk biaya transportasi dan akomodasi, semuanya ditanggung secara mandiri oleh Yayasan Dipasana Bakti Bersama serta sumbangan sukarela para relawan. Kami tidak mengambil sepeser pun dari dana penggalangan,” tegasnya.
Haru dan Terima Kasih Warga
Kehadiran para relawan dari kabupaten tetangga ini memantik rasa haru warga Balangan. Rina, salah satu warga penerima manfaat di Tebing Tinggi, tak kuasa membendung rasa syukurnya.
“Terima kasih tak terhingga atas uluran tangan para donatur dan relawan. Semoga Allah memudahkan rezeki dan memberikan kesehatan selalu untuk kalian semua,” ucapnya lirih.
Senada dengan itu, Hurmansyah, Kades Sungsum menyampaikan bahwa warga sangat bangga dan terharu atas kepedulian masyarakat Paser yang jauh-jauh datang menyeberangi perbatasan demi berbagi beban.
Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa solidaritas sosial di Kalimantan tetap kokoh, terutama di saat saudara sebangsa tertimpa musibah alam.(mn)
![]()

