SAMARINDA – Menyongsong hadirnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pimpinan Wilayah (PW) Salimah Kalimantan Timur bersiap menggelar agenda besar bertajuk Tarhib Ramadan. Acara yang dirancang sebagai sarana penguatan spiritual ini akan dilaksanakan pada Minggu, 11 Januari 2026, bertempat di Masjid Pemprov Nurul Mu’minin, Samarinda.

Penitia pelaksanaan Tarhib Ramadan 1447 H bersama pengurus masjid Nurul Mu’minin Pemprov Kaltim.

Bukan sekadar seremonial penyambutan, Tarhib tahun ini membawa pesan mendalam melalui tema: “Lelah Boleh, Menyerah Jangan: Ramadan sebagai Waktu Pemulihan Ruhiyah.”

“Ramadan Sebagai Fase ‘Self-Healing’ Spiritual. Tema yang diangkat tahun ini menyentuh realitas masyarakat modern yang kerap mengalami keletihan mental dan fisik.” ujar Inmas Devi salah satu panitia penyelenggara.

Menurutnya Salimah Kaltim ingin memposisikan Ramadan bukan sebagai beban ibadah, melainkan sebagai momentum recovery atau pemulihan ruhiyah (jiwa) bagi umat Muslim.

Untuk mengupas tuntas konsep tersebut, panitia menghadirkan dua sosok inspiratif, Ummi Pipik Dian Irawati, Pendakwah nasional sekaligus motivator keluarga yang dikenal dengan pendekatannya yang menyejukkan, dan ustadzah Mahmudah Amin, Ketua Mubalighoh Salimah Indonesia Kalimantan Timur yang pakar dalam pembinaan spiritualitas Muslimah.

Nenurut Devi, acara ini terbuka untuk umum dan gratis, akan digela dimulai pukul 11.30 WITA hingga selesai. Guna memastikan kenyamanan

“Acara akan dimulai pukul 11.30 WITA hingga selesai. Guna memastikan kenyamanan peserta, panitia menggratiskan kegiatan ini bagi seluruh lapisan masyarakat. Namun, mengingat antusiasme yang diprediksi akan tinggi, calon peserta diharapkan segera mendaftarkan diri melalui tautan resmi yang telah disediakan oleh panitia Salimah Kaltim.” jelasnya.

Pengelola KB/TKIT Raudahtul Jannah Air Putih Samarinda ini menjelaskan soal Tarhib Ramadan mengapa Penting?

Secara edukasi, “Tarhib” berasal dari akar kata yang berarti “menyambut dengan luas dan lapang”. Melalui kegiatan ini, Salimah Kaltim mengajak masyarakat tidak hanya bersiap secara fisik (seperti stok makanan), tetapi yang lebih utama adalah kesiapan hati (qolbun salim).

“Kami ingin mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih dan semangat kebersamaan. Ramadan adalah waktu terbaik untuk memulihkan kembali energi spiritual yang mungkin sempat meredup karena rutinitas duniawi,” jelasnya.

Penyelenggaraan di Masjid Pemprov Nurul Mu’minin yang megah diharapkan menambah kekhusyukan para peserta dalam menyerap ilmu dan motivasi sebelum memasuki bulan penuh berkah.(*/mn)

Loading