JEMBER – Kabupaten Jember mencatat inflasi sebesar 0,86 persen secara bulanan pada Desember 2025 kemarin. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan inflasi Jawa Timur yaitu 0,76 persen.
Lonjakan harga komoditas pangan, terutama cabai rawit, menjadi faktor utama pendorong inflasi tersebut. Hal itu disampaikan Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, Suharsa.
Berdasarkan rilis BPS Jember, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau mencatat kenaikan indeks tertinggi sebesar 2,29 persen, dengan andil 0,73 persen terhadap inflasi umum.
Cabai rawit sendiri sebagai komoditas yang memberikan kontribusi terbesar. Harga cabai rawit pada Desember 2025 melonjak tajam, dengan tingkat inflasi 124,5 persen dan andil 0,35 persen.
“Secara bulanan, Desember memang cukup tinggi untuk Kabupaten Jember. Namun secara tahunan, inflasi Jember masih di bawah Jawa Timur,” terang Suharsa, Jumat (9/1/2026) kemarin.
Menurutnya, kenaikan harga ini dipengaruhi oleh penurunan produksi lokal akibat tingginya curah hujan. Sehingga pasokan di pasar menjadi terbatas.
Cabai rawit juga secara historis juga kerap menjadi pemicu inflasi di Jember pada akhir tahun.
“Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain turut mendorong inflasi bulanan, di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, serta emas perhiasan,” kata dia.
Kenaikan harga daging ayam dan telur dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sedangkan emas perhiasan masih terdampak fluktuasi harga global.
Di sisi lain, Suharsa menilai kondisi pertumbuhan ekonomi Jember secara umum masih cukup menggembirakan. Hingga triwulan III 2025, sektor jasa mulai menunjukkan kontribusi yang dominan.
Itu menggantikan sektor pertanian yang selama ini menjadi andalan. Sektor jasa tersebut meliputi perdagangan, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan layanan masyarakat lainnya.
“Harapannya, pertumbuhan ekonomi ini tidak hanya menjadi angka, tetapi benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” kata Suharsa.
Ia menekankan bahwa sinergi pemerintah dan masyarakat diperlukan untuk menjaga daya beli, sekaligus menekan inflasi akhir tahun.
![]()

