KUTAI TIMUR – Pembangunan kolam renang berstandar internasional di Kutai Timur yang saat ini tengah dikerjakan Pemerintah Kabupaten diharapkan dapat menggandakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor olahraga yang saat ini sudah mencapai Rp450 juta per tahun dari Stadion Kudungga.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengungkapkan, keberadaan kolam renang standar internasional sangat dinantikan karena akan menjawab dua kebutuhan sekaligus: fasilitas pembinaan atlet dan potensi PAD.

“Kalau kolam renang ini selesai, waduh, saya sudah tidak bisa membayangkan berapa lagi PAD yang bisa kita berikan ke daerah,” ujar Basuki optimis, Jum’at (9/1/2026).

Ia menjelaskan, gagasan pembangunan kolam renang standar internasional muncul setelah melakukan evaluasi terhadap kolam renang yang ada di Town Hall. Kolam tersebut dinilai tidak memadai untuk pembinaan atlet karena ukurannya tidak sesuai standar.

“Saya hitung-hitung PAD dari kolam renang Town Hall saja sudah luar biasa. Tapi panjang dan lebarnya kurang untuk standar pertandingan. Atlet renang kita cukup banyak, tapi tidak punya fasilitas memadai,” jelasnya.

Dengan adanya kolam renang standar internasional, atlet renang Kutim dapat berlatih dengan fasilitas yang sesuai standar kompetisi nasional dan internasional. Ini akan meningkatkan kualitas pembinaan dan peluang meraih prestasi.

“Ini penting untuk pembinaan jangka panjang. Atlet kita tidak perlu lagi ke luar daerah hanya untuk latihan di kolam standar,” katanya.

Selain untuk pembinaan atlet, kolam renang ini juga akan menjadi venue berbagai kompetisi renang tingkat provinsi hingga nasional, yang tentunya akan mendatangkan peserta dari berbagai daerah dan menggerakkan ekonomi lokal.

“Seperti Stadion Kudungga yang sudah terbukti menggerakkan ekonomi dengan penginapan penuh dan UMKM ramai, kolam renang ini akan memberi efek berlipat,” tambahnya.

Basuki juga menyoroti kebutuhan Town Hall yang juga memerlukan kolam renang untuk berbagai kegiatan. Dengan adanya dua kolam renang, kebutuhan masyarakat dan atlet dapat terlayani dengan baik.

“Selain atlet, masyarakat umum dan kegiatan Town Hall juga butuh kolam renang. Jadi pembangunan ini sangat strategis,” pungkasnya. (Q)

Loading