KUTAI TIMUR – Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur, Mulyono, menegaskan tidak ada lagi kesenjangan dalam pembangunan sarana dan prasarana pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedalaman. Konsep pemerataan pembangunan menjadi prinsip utama dalam setiap program Disdik.
“Dari awal konsep saya tidak membeda-bedakan. Kita samakan pembangunan itu karena semua berhak untuk merasakan pembangunan,” tegas Mulyono saat ditanya tentang pemerataan akses pendidikan di Kutai Timur, Jum’at (9/1/2025).
Kadisdik menjelaskan bahwa penyusunan program pembangunan sarana dan prasarana pendidikan disusun berdasarkan dua hal yaitu kebutuhan dan kemampuan. Untuk mengetahui kebutuhan, sejak awal ia telah keliling ke lapangan mendata kondisi sekolah-sekolah di berbagai wilayah.
Mulyono menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan telah menyentuh seluruh wilayah Kutim dari Sandaran, Karangan, Busang, dan daerah lainnya secara merata. “Bisa dicek bahwa dari Sandaran, Karangan, Busang, semua ada. Seragam sama, sesuai kemampuan tentunya. Pemerataan itu ada, tidak hanya ngumpul di satu titik,” jelasnya.
Untuk tahun 2025, Disdik telah melaksanakan berbagai program pembangunan meliputi pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi gedung, perbaikan utilitas, dan berbagai pembangunan lainnya. Meskipun mengakui tidak semua sekolah kondisinya sudah sempurna, namun Mulyono menjamin upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap.
“Sampai hari ini menurut saya tidak ada kesenjangan akses pendidikan. Bahwa masih ada beberapa yang kurang itu pasti, tapi terus kita benahi dan kita lengkapi,” katanya.
Kadisdik menekankan bahwa dengan jumlah sekolah di Kutim yang mencapai lebih dari 600 unit, tidak mungkin semua bisa dikatakan sudah sempurna dalam waktu bersamaan. Namun yang terpenting adalah komitmen untuk terus memperbaiki dan melengkapi secara bertahap dengan prinsip pemerataan.
“Kalau saya mengatakan seluruhnya sudah bagus ya enggak mungkin. Membangun kan tidak instan, apalagi kita punya jumlah sekolah lebih dari 600. Yang penting pemerataan berjalan,” pungkasnya.
Data dari Disdik menunjukkan bahwa pembangunan dan rehabilitasi sekolah tersebar merata di seluruh kecamatan, dengan tidak ada satu wilayah pun yang terlupakan dalam program pembangunan pendidikan.(Q)
![]()

