KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur menambah pembelajaran Al-Quran di sekolah-sekolah negeri sebagai upaya penguatan pendidikan karakter dan benteng bagi siswa dari dampak negatif teknologi. Sebanyak 100 guru Al-Quran telah diterjunkan ke 39 sekolah negeri di seluruh wilayah Kutim.

Kepala Disdik Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya memberikan pendidikan yang seimbang antara penguasaan teknologi dan penguatan nilai-nilai keagamaan. “Tahun ini sudah melaksanakan, semua sekolah negeri kita yang muslim sudah ada kita tambah pembelajaran Al-Quran,” ungkapnya, Jum’at (9/1/2025).

Untuk menjamin kualitas pengajaran, Disdik merekrut guru-guru berkualitas dari dua lembaga ternama yaitu Umi Foundation Surabaya dan Umi Darussalam. Seratus guru Al-Quran ini diterjunkan ke 39 sekolah negeri yang tersebar di wilayah utara dan selatan Kutai Timur.

“Kita rekrut guru-gurunya langsung dari Umi Foundation Surabaya dan Umi Darussalam. Kita punya 100 guru dan kita terjunkan ke 39 sekolah negeri di utara dan selatan,” jelasnya.

Program ini dipandang sangat strategis mengingat saat ini dunia pendidikan mengalami transformasi digital yang masif. Dengan mendorong anak-anak menggunakan gadget untuk pembelajaran, Disdik menyadari perlunya benteng moral dan spiritual yang kuat.

Mulyono menegaskan bahwa pembelajaran Al-Quran ini merupakan salah satu bentuk benteng bagi siswa dalam menghadapi era digital. Selain itu, Disdik juga berencana melakukan sertifikasi ulang bagi guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan kualitas pengajaran agama di sekolah.

“Ini satu bentuk benteng kita. Termasuk juga nanti akan kita sertifikasi lagi guru-guru PAI kita, guru-guru agama kita,” katanya.

Ke depan, program pembelajaran Al-Quran di sekolah negeri akan diperluas ke lebih banyak sekolah. Target Disdik adalah seluruh siswa muslim di sekolah negeri mendapatkan pembelajaran Al-Quran yang berkualitas sebagai bagian dari pendidikan karakter.

“Kemudian tahun depan bisa nambah lebih luas lagi. Ini bagian dari upaya kita memberikan edukasi termasuk keagamaan,” pungkas Mulyono.(Q)

Loading