KUTAI TIMUR – Keberhasilan Kutai Timur menyatukan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menjadi satu kesatuan tanpa konflik internal dinilai sebagai prestasi luar biasa dan menjadi barometer kepemudaan di Kalimantan Timur.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengungkapkan, upaya menyatukan KNPI bukanlah hal mudah mengingat dinamika organisasi kepemudaan yang kerap diwarnai konflik internal di berbagai daerah.
“Ini upaya yang tidak mudah. Butuh komunikasi intensif dan pendekatan yang tepat. Alhamdulillah kini KNPI Kutim solid dan menjadi contoh untuk Kaltim,” ujar Basuki, Kamis (8/1/2026).
Bahkan Wakil Gubernur Kaltim secara langsung memberikan apresiasi dalam sebuah acara dengan menyebut Kutim sebagai satu-satunya daerah di Kaltim yang berhasil menyatukan KNPI.
“Pak Wagub saat itu memanggil Kadispora. Beliau bilang ini luar biasa, jadi contoh, hanya Kutim yang bisa menyatukan,” kenang Basuki.
Basuki yang memiliki latar belakang sebagai aktivis pemuda mengaku memahami kunci-kunci penting dalam merangkul anak muda. Pendekatan personal dan komunikasi yang intens menjadi strategi utamanya.
“Saya tahu harus menyapa siapa dulu, tahu kunci-kuncinya. Saya rangkul mereka dengan hati, akhirnya bisa berjalan baik,” jelasnya.
Prestasi di bidang kepemudaan ini semakin lengkap dengan diraihnya Panji-Panji Kebrasilan tentang Pemuda dan Olahraga peringkat pertama se-Kaltim pada 2025, yang belum pernah diraih sebelumnya.
Kini Dispora Kutim tengah menyusun Perda Kepemudaan bersama DPRD untuk memberikan payung hukum yang kuat bagi pembinaan pemuda ke depan.
“Dengan KNPI yang solid, organisasi kepemudaan yang berjalan baik, dan akan ada Perda Pemuda, saya optimis Kutim akan terus menjadi kiblat kepemudaan di Kaltim,” pungkas Basuki penuh harap.(Q)
![]()

