KUTAI TIMUR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kutai Timur mencatatkan prestasi membanggakan di tahun 2025 dengan realisasi anggaran mencapai 84 persen dan tidak menyisakan utang satu rupiah pun. Capaian ini disampaikan langsung oleh Kepala Disdik Kutim, Mulyono, dalam evaluasi kinerja akhir tahun.

“Alhamdulillah Disdik sampai terakhir kemarin laporan dari bendahara kami mencapai di angka 84 persen. Dan satu hal lagi, dari hasil hearing kemarin dengan DPRD disampaikan semuanya Disdik tahun ini tidak punya utang,” ungkap Mulyono dalam sesi wawancara dengan media ini di ruang kerjanya, Rabu (07/01/2026).

Kadisdik menegaskan bahwa capaian kinerja tersebut sudah selaras dengan berbagai acuan perencanaan yang menjadi rujukan. Menurutnya, perencanaan Disdik mengacu pada lima hal utama yaitu RPJMD, Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan yang berjumlah 15 SPM, Rapor Pendidikan, serta 10 program unggulan dari 50 program prioritas daerah di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Program-program kita sesuai dengan visi misi, program unggulan, rapor pendidikan, kemudian juga SPM di bidang pendidikan dan Renja Renstra,” jelasnya.

Mulyono mengakui bahwa pencapaian target 100 persen memang tidak realistis mengingat kompleksitas program dan dinamika pelaksanaan di lapangan. Indikator keberhasilan kinerja Disdik diukur dari kedekatan capaian dengan Renja Renstra, keterkaitan dengan SPM pendidikan, rapor pendidikan, serta realisasi 50 program unggulan daerah. Semua indikator tersebut menurut Mulyono telah tercapai dengan baik.

Dengan realisasi di atas 80 persen dan tanpa meninggalkan beban utang, Kadisdik menilai kinerja Disdik Kutim tahun 2025 cukup bagus dan siap melanjutkan program-program strategis di tahun mendatang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Kutai Timur. “Kita enggak mungkin yang namanya target itu 100 persen karena memang ada selisih-selisih pasti,” katanya. (Q)

Loading