KUTAI TIMUR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur menargetkan masuk tiga besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026, setelah meraih posisi keempat pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025.
Ketua KONI Kutai Timur, Rudi Hartono, mengatakan, pihaknya kini tengah bekerja sama dengan konsultan untuk meningkatkan prestasi atlet menjelang Porprov 2026. “Kami sekarang lagi bekerja sama dengan konsultan bagaimana untuk Kutim bisa meraih tiga besar,” ujar Rudi, Senin (5/1/2026).
Pada Babak Kualifikasi Porprov 2025, Kutai Timur berhasil mengumpulkan total 460 medali, terdiri dari 137 emas, 138 perak, dan 185 perunggu. Perolehan ini menempatkan Kutim di urutan keempat klasemen umum, di bawah Samarinda (738 medali), Kutai Kartanegara (613 medali), dan Balikpapan (695 medali).
Rudi menjelaskan, KONI Kutim telah melakukan tes fisik dan psikologi terhadap 350 atlet pada tahap pertama. “Nanti insyaallah ada tahap kedua. Dari hasil tes fisik dan psikologi itu dipelajari konsultan, langkah apa yang kami ambil untuk bisa meningkatkan prestasi,” jelasnya.
Menurutnya, strategi yang akan diterapkan minimal bisa mempertahankan perolehan medali emas yang ada, kemudian menaikkan medali perak dan perunggu menjadi emas. “Sehingga nanti kita bisa ke peringkat tiga,” tambahnya.
Rudi menegaskan pentingnya kajian konsultan untuk menentukan cabang olahraga (cabor) unggulan. “Yang mana yang kira-kira bisa diraih? Apakah mungkin kita memperkuat nanti di perorangan? Karena di perorangan itu satu orang kan bisa meraih satu sampai dua tiga emas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jika tidak memungkinkan fokus pada cabor beregu, maka akan mengurangi cabor-cabor beregu yang tidak potensial. Langkah ini akan ditentukan setelah mendapat hasil kajian dari konsultan.
Menanggapi pertanyaan mengapa hanya menarget tiga besar, Rudi menekankan pentingnya bersikap realistis. “Kutai Timur ini kan kabupaten baru. Kita tidak bisa melupakan Samarinda, Balikpapan, dan Kukar,” jelasnya.
“Kita boleh berangan-angan tapi harus realistis. Jadi saya sih realistisnya itu tiga besar. Kalaupun tidak bisa tiga besar, empat besar pun sudah lumayan karena kita masih bisa di atas Bontang, sudah kita bisa di atas Berau, kita bisa di atas Kutai Barat,” imbuhnya.
Rudi menyatakan bersyukur dengan hasil BK Porprov yang menempatkan Kutim di posisi keempat. “Artinya wacana kita tiga besar kan tinggal selangkah. Jadi tidak mustahil kalau memang kerja-kerja kita bagus antara cabor, kemudian KONI, pihak pemerintah, duduk bersama,” katanya.
Untuk persiapan Porprov 2026, KONI Kutim akan mengoptimalkan program pemusatan latihan (TC) dan try out bagi atlet. “Kalau dia hanya berlatih dan berlatih mungkin agak kurang. Jadi bagaimana kami berusaha kalau atlet-atlet kita nanti di saat menjelang Porprov selain latihan mereka juga bisa ikut try out untuk mengukur kekuatan-kekuatan mereka,” jelas Rudi.
Namun demikian, ia mengakui bahwa program pembinaan masih bergantung pada ketersediaan anggaran. “Kami akan berusaha bagaimana untuk atlet-atlet itu bisa teratasi. Baik TC maupun try out,” ucapnya.
Dikonfirmasi setelahnya, Kadispora Kutim, Basuki, memberikan apresiasi terhadap catatan prestasi gemilang di ajang Kualifikasi Pra-Porprov (BK Porprov). Kutim, terangnya, kini masuk dalam empat besar kabupaten/kota terkuat di Kaltim bersama Balikpapan, Samarinda, dan Kukar.
“Ini luar biasa karena geliat olahraga di Kutim yang begitu massif. Dari evaluasi, prestasi kita sangat memuaskan. Tinggal memperbaiki cabor yang dapat perak dan perunggu agar bisa jadi emas,” ujar Basuki optimis.
Basuki juga menyebutkan bahwa prestasi membanggakan juga datang dari atlet Muay Thai Kutim yang berhasil meraih medali perunggu di SEA Games, membawa nama Indonesia di kancah regional. Kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemkab Kutim dan kerja sama solid dengan KONI Kutim.
Imbuhnya, Ketua Muay Thai Provinsi Kaltim bahkan memuji pembinaan di Kutim sebagai yang terbaik dan menjadi buah bibir di semua kabupaten/kota se-Kaltim. “Support pemerintah sangat luar biasa, ini yang membuat pembinaan berjalan optimal,” pungkas Basuki.(Q)
![]()

