SAMARINDA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Samarinda pada Sabtu siang (3/1/2026) menyisakan masalah infrastruktur di pusat perbelanjaan ikonik kota ini. Lantai 6 Pasar Pagi Samarinda dilaporkan mengalami tampiyas akibat hujan deras hingga menyebabkan genangan air masuk ke area kios pedagang.
Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kondisi lantai pasar yang basah tergenang air hujan.
Keluhan Pedagang: Barang Dagangan Terancam
Dalam rekaman video yang beredar, para pedagang menyuarakan kekhawatiran mereka. Masuknya air hujan ke dalam gedung pasar dinilai sangat berisiko, mengingat banyak pedagang yang baru saja mulai memindahkan dan mengisi stok barang dagangan mereka ke dalam ruko di lantai tersebut.
“Kami di lantai 6, hujan airnya sampai ke dalam. Mohon diperhatikan solusinya. Kami dari lantai 6 sudah mulai buka,” kata pembuatan video tersebut.
Ia juga menambahkan kekhawatirannya jika intensitas hujan tidak menurun, genangan air dapat bertambah banyak yang masuk ke dalam ruko dan merusak barang dagangan.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan menurunkan tim untuk meninjau lokasi kejadian.
Namun, hingga Minggu (4/1/2026), Nurrahmani menyatakan masih menunggu laporan teknis yang komprehensif dari lapangan.
“Tim Dinas Perdagangan sudah turun ke lokasi saat kejadian, kita menunggu laporan detail secara tertulis dari Pengelola Pasar Pagi. Setelah laporan tersebut nantinya akan diteruskan kepada Asisten II Pemerintah Kota Samarinda untuk penentuan langkah perbaikan.” jelas Nurrahmani sebagaimana dilansir Jurnalborneo.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang masih menunggu langkah konkret dari pemerintah kota untuk mencegah kejadian serupa terulang, demi keamanan aktivitas perdagangan di Pasar Pagi yang baru selesai proses pembangunannya.(*/mn)
![]()

