KUTAI TIMUR – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kutai Timur yang baru saja dilantik hari ini, Rabu (17/12/2025), Januar Bayu Irawan, menegaskan akan fokus mewujudkan visi misi Bupati Kutai Timur sesuai RPJMD dan 50 program prioritas kepala daerah.

“Pelantikan ini bukan ending dari suatu prestasi, tetapi lebih ke permulaan tugas yang akan kita hadapi,” ujar Bayu usai pelantikan yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kutim.

Bayu menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menjadi motor penggerak untuk mewujudkan visi menjadikan Kutai Timur tangguh, berdaya saing, dan mandiri. Untuk itu, ia akan menerapkan pendekatan kolaboratif dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), masyarakat, maupun perusahaan.

“Kesuksesan pembangunan daerah khususnya di bidang perencanaan itu harus butuh kerja keroyokan,” tegasnya.

Bayu mengakui tantangan terbesar saat ini adalah kondisi defisit anggaran akibat pengurangan APBD di Tahun 2026 dari pusat. Namun demikian, ia optimis dapat tetap mewujudkan target pembangunan melalui kreativitas dan kolaborasi.

Terkait kondisi internal Bappeda, Bayu mengungkapkan perlu ada penataan untuk mempererat kembali kekompakan tim. Ia berkomitmen memposisikan diri sebagai pemimpin yang bisa berdiri di semua golongan dan melibatkan seluruh pihak untuk mencapai tujuan bersama.

Menanggapi berbagai isu yang beredar, Bayu menyatakan tidak akan terganggu dan tetap fokus pada pekerjaan. “Yang jelas saya tetap mencapai tujuan saya yaitu bagaimana cara mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati,” katanya.

Bayu juga menegaskan pihaknya tidak anti kritik, namun mengharapkan kritik yang membangun dan disampaikan di tempat yang tepat.

Mengenai rencana pemotongan anggaran tahun depan, Bayu menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi domain Sekretaris Daerah sebagai Ketua Tim KPD. Namun ia menyebutkan, pemerintah daerah tengah berupaya agar Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) tidak turun, mengingat sekitar 50 persen masyarakat Kutai Timur adalah PNS yang berpengaruh terhadap perputaran ekonomi daerah. (Q)

Loading