KUTAI TIMUR – Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Tri Setia Nawasena menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Satuan Pengamanan Skema Gada Pratama sebagai langkah konkret meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pengamanan di Kabupaten Kutai Timur. Program ini dilaksanakan sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta ketentuan Polri dan Kementerian Ketenagakerjaan mengenai pembinaan dan standar kompetensi kerja satpam.

Direktur PT Tri Setia Nawasena, Galih, menjelaskan bahwa dalam regulasi kepolisian, khususnya Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa, ditegaskan bahwa Satuan Pengamanan wajib memiliki kualifikasi kompetensi melalui sertifikasi resmi. Satpam yang melaksanakan tugas wajib mengikuti pendidikan dasar dan uji kompetensi yang diakui negara untuk memperoleh status dan kewenangan sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas.

“Dengan demikian, sertifikasi BNSP bukan lagi sekadar peningkatan kapasitas, tetapi merupakan persyaratan legal dan profesional yang wajib dipenuhi oleh setiap anggota satpam,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan pembukaan sertifikasi yang dilaksanakan di Q Hotel Sangatta, Selasa (16/12/2024).

Selain aturan Polri, kewajiban sertifikasi juga diperkuat oleh Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Sertifikasi Kompetensi Kerja. Peraturan ini mengatur bahwa setiap tenaga kerja pada jabatan tertentu wajib memiliki sertifikasi kompetensi yang dinyatakan melalui uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP. Dengan demikian, satpam sebagai jabatan yang masuk kategori pekerjaan berisiko dan membutuhkan kompetensi khusus, secara hukum wajib memiliki sertifikasi yang sah dan diakui negara.

Galih menambahkan, kebutuhan tenaga pengamanan tersertifikasi di Kutai Timur terus meningkat, terutama di sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi, hingga perusahaan penyedia jasa keamanan.

“Kami melihat tuntutan perusahaan terhadap satpam bersertifikat BNSP semakin tinggi. Selain untuk memastikan profesionalisme, hal ini juga merupakan amanat regulasi Polri dan Kementerian Ketenagakerjaan. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan SDM satpam di Kutai Timur benar-benar memenuhi standar nasional dan siap bertugas,” katanya.

Sertifikasi Kompetensi Satuan Pengamanan Skema Gada Pratama ini membekali peserta dengan kompetensi teknis TURJAWALI (pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli), penanganan insiden, etika profesi, observasi, serta kemampuan komunikasi operasional. Pelatihan diberikan oleh instruktur berpengalaman berlisensi BNSP, sementara uji kompetensi dilakukan oleh asesor berlisensi BNSP guna menjamin objektivitas, kualitas, dan kesesuaian dengan standar kerja nasional.

Galih menyebutkan bahwa penyelenggaraan ini sekaligus membantu masyarakat Kutai Timur dalam memenuhi persyaratan kerja sebagai satpam. Kegiatan sertifikasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri pengamanan di Kutai Timur, memastikan seluruh personel satpam memenuhi ketentuan Polri dan Kementerian Ketenagakerjaan, serta menciptakan layanan keamanan yang lebih profesional, disiplin, dan terstandarisasi.

“Sertifikasi ini membuka peluang kerja yang lebih luas, terutama bagi putra-putri daerah. Dengan memiliki sertifikat BNSP, mereka memiliki legalitas, keahlian, dan pengakuan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan,” jelasnya.

Tri Mulya, perwakilan dari Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan hal senada, bahwa sertifikasi profesi sangat penting. Menurutnya, sertifikat ini dapat digunakan baik di dalam maupun di luar negeri. Ia pun menginformasikan bahwa saat ini ABUJAPI tengah bekerja sama dengan Jepang terkait pengiriman satpam.

Tri juga menyebutkan bahwa profesi satpam saat ini menghadapi tantangan yang lebih kompleks dalam melaksanakan tugas di lapangan. Oleh karena itu, ia berpesan agar peserta yang mengikuti pelatihan dan uji kompetensi siap siaga menghadapi kondisi lapangan yang dinamis.

Terkait penyelenggaraan, menurutnya persiapan yang dilakukan oleh penyedia jasa sangat matang. Tri meyakini dengan persiapan tersebut, peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan memperoleh sertifikasi kompetensi profesi.

“Satpam sekarang adalah profesi yang tengah dilirik. Kami (ABUJAPI) juga melakukan pengembangan kerja sama hingga ke luar negeri untuk satpam. Saya apresiasi persiapan yang dilakukan penyelenggara, sangat matang. Saya yakin peserta dapat lulus uji kompetensi,” ucapnya.

KBO Satbinmas Polres Kutim, Iptu Ngatiyo, dalam sambutannya menyampaikan agar personel yang mengikuti sertifikasi mengikuti kegiatan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Menurutnya, proses sertifikasi ini adalah proses untuk menunjukkan kompetensi. Ia juga mengingatkan agar peserta dapat menerapkan hasil dari pelatihan maupun sertifikasi yang diikuti sehingga dapat membantu tugas-tugas Polri di lapangan.

“Kami di Kepolisian juga terus melaksanakan sertifikasi untuk meningkatkan kompetensi. Kami berharap agar peserta ke depannya dapat membantu tugas-tugas kami di lapangan dalam hal melakukan pengamanan,” tutupnya. (Q/Adv)

Loading