SAMARINDA – Bantuan beras Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah pusat untuk bulan Nopember – Desember cair. Warga yang berhak menerima mendapat surat undangan dari Ketua RT dan pengambilan batuan datang langsung ke kelurahan.

Mendengar adanya bantuan PKH cair, Isna mempertanyakan haknya ke ketua RT dimana alamat dia dan keluarganya masih tercatat. Namun setelah ditanyakan ke pihak RT bantuannya tidak ada lagi, karena sudah meninggalkan rumah sewaan lama karena tidak sanggup bayar dan hidup berpindah-pindah bersama ibunya dan 6 orang anaknya.

“Saya bingung mau mengadu kemana, hak saya dari pemerintah tidak ada lagi, padahal saya sangat memerlukan beras itu untuk kebutuhan makan hari-hari,” ucap Isna, Rabu (26/11/2025).

Sesuai dengan data Kartu Keluarga (KK) Isna dan keluarganya masih tercatat sebagai warga RT 05 Kelurahan Bandara kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.

“Tahun lalu saya dan ibu saya bernama Mariyam masih dapat PKH. Tapi sekarang kok gak dapat. Saya sudah hubungi pak RT bilangnya dialihkan. Kami perlu betul bantuan untuk menyambung hidup,” jelasnya.

Ketua RT 05 Kelurahan Bandara, H. Fachruddin, saat di konfirmasi membenarkan bahwa ada surat undangan dari pihak kelurahan untuk mengambil bantuan. “RT 05 terima hanya 7 undangan. Ada nama Mariyam, nama Misna tidak ada. tetapi karena yang bersangkutan tidak berdomisili di wilayah RT 05 akhirnya dialihkan.” Jelasnya.

H. Fachruddin, Ketua RT 05 Kelurahan Bandara.

Disampaikan H. Fahruddin, Misna itu sudah hampir sepuluh tahun meninggalkan daerah sini, tapi tidak mau pindah. Dulu pergi dari sini karena tidak sanggup bayar kontrakan, sehingga hidup berpindah-pindah menumpang. “Pada saat pergi tidak lapor RT juga,” jelas H Fachruddin.

Ia menjelaskan, pihak RT sudah lapor ke pihak kelurahan ke Bu Dharma bagian staf kesra yang menangani soal PKH ini, dari pihak kelurahan menyarankan untuk dialihkan ke pihak lain yang sama-sama membutuhkan.

“Jadi bukan saya yang mengalihkan, itu atas arahan dari pihak kelurahan,” jelas H. Fachruddin yang ditemui dikediamannya di jalan AM Sangaji Gang 7.

Kepala Kelurahan Bandara, Siti Fitriyah, saat akan di konfirmasi tidak berada di tempat. Demikian juga dengan Kasi Kesra Sugeng Widodo juga sedang ada di kantor.

Staf kesra Dharma Agriana saat akan ditemui, staf di resepsionis menyampaikan sedang berada di Aula lagi rapat bagi Beras. Namun begitu didatangi ke ruang aula tampak dari celah pintu sedang melayani warga yang mengambil beras, dengan pintu aula terkunci.

Kantor Kelurahan Bandara Samarinda tampak sepi dari luar.

Akhirnya pintu dibuka juga setelah di dorong. Dharma mau menemui wartawan di depan pintu ruang aula kelurahan Bandara hanya memberikan penjelasan singkat. “Maaf saya sibuk,” jawabnya.

Saat ditanya jumlah penerima PKH di kelurahan Bandara totalnya ada 402 jumlah penerima PKH, sebagai bantuan subsidi 2 bulan Nopember – Desember 2025.

Namun saat dikonfirmasi soal pengalihan penerima PKH meminta agar menemui Kasi Kesra. “Kalau soal itu temui Kasi saja pak,” ucapnya tanpa memperlihatkan sedikit keramahan dan balik menanyakan kartu pers.

Sementara itu, Sukri, warga kelurahan Bandara lainnya yang sedang menunggu istrinya mengambil bantuan mengungkapkan mendapatkan surat undangan dari RT.

“Saya baru terima bantuan kali ini pak, tahun-tahun sebelumnya tidak pernah menerima. Kartu undangan kemarin Selasa diantar pak RT,” jelasnya saat ditemui di ruang parkir kelurahan Bandara.

Bantuan PKH berupa 20 kg beras dan minyak kita sebanyak 4 pouch.

Sukri menjelaskan bantuan yang diterima dari pihak kelurahan berupa 2 karung beras masing-masing 10 kg, dan minyak 4 pouch. “Ini sudah pak yang kami terima,” jelasnya sambil menunjuk barangnya di motor.(mn)

Loading