SAMARINDA — Ratusan Relawan se Kota Samarinda akan berkumpul di Folder Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu melaksanakan Jambore Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang dimulai dengan Apel Kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi Kota Samarinda, dilaksanakan Sabtu (22/11/2025) pagi.

Acara yang digagas sejak sebulan lalu ini dilaksanakan kerja sama Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dibantu Info Taruna Samarinda ini menurut Joko Iswanto Ketua Info Taruna Samarinda tidak hanya berkumpulnya para relawan saja, tetapi memantapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana yang semoga saja tidak terjadi di Samarinda.

Peserta Jambore relawan tahun 2024 lalu.

“Pendaftaran sudah kita buka lebih kurang sebulan lalu, dan pagi ini sekitar 220 relawan dari berbagai satuan se Kota Samarinda akan berkumpul untuk melatih diri dalam kesiapan menghadapi bencana terutama bencana hidrometeorologi,” jelas Jokis panggilan akrab Joko Iswanto, Sabtu (22/11/2025) pagi.

Pelaksanaan Jambore PRB akan dilaksanakan dua hari Sabtu-Minggu (22-23/11/2025) yang akan dibuka secara langsung oleh Wali Kota Samarinda H. Andi Harun dan diikutin satuan-satuan relawan yang ada di Samarinda.

Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), Syaparuddin, S.sos, yang juga ketua TWAP menyatakan kegiatan yang diselenggarakan ini sebagai upaya untuk kesiapan rekan-rekan relawan dalam menghadapi situasi yang darurat, sehingga punya dasar untuk bergerak.

Syaparuddin, S.Sos Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Samarinda.

“Dalam situasi bencana semua pasti kalut, tapi jika mereka sudah memahami akan dengan tenang menghadapi semua resiko, bergerak dengan sistematis untuk membantu proses evakuasi korban dan penyelamatan orang dalam bahaya,” jelas Syaparuddin.

Peserta yang mendaftar merupakan perwakilan Organisasi Relawan Kebencanaan, OPD terkait kebencanaan di Kota Samarinda, Unsur dunia usaha/CSR peduli kebencanaan, Komunitas dan lembaga pendidikan.

Syaparuddin, S.sos menyampaikan dalam pelaksanaan Jambore peserta wajib mabit (menginap) karena padatnya acara. “Berbagai materi akan di sampaikan oleh ahlinya, antara lain penanggulangan kebakaran dengan narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan Kota Samarinda, pertolongan pertama pada korban yang akan dipandu PMI kota Samarinda, tehnik pertolongan pada korban bencana yang disampaikan Basarnas,” jelasnya.

Setelah istirahat, sholat, makan peserta dilanjutkan materi Konsep Dasar Pengurangan Risiko disampaikan BPBD Kota Samarinda, Pengorganisasian disampaikan TWAP (Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan).

“Kegiatan ini peserta tidak hanya mendengarkan, tapi ada praktek, simulasi dan evaluasi yang dilaksanakan hari Minggu pagi (23/11/2025),” pungkas Syapar.(mn)

Loading