SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda menggelar Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 di Gelanggang Olah Raga (GOR) Segiri, Samarinda Kamis (20/11/2025). Peringatan ini menjadi momentum bagi Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan pentingnya membangun pemerintahan yang bersih.
Menurutnya, pencegahan korupsi bukan hanya proses administratif, melainkan upaya menjaga kepercayaan publik yang menjadi dasar kelancaran pembangunan.
Andi harun menyampaikan, korupsi meninggalkan dampak destruktif tidak hanya pada keuangan negara, tetapi juga pada relasi sosial antara pemerintah dan masyarakat.
“Korupsi merusak makna pelayanan publik dan menghambat pemerataan hasil pembangunan,” ujarnya.
Ia menekankan, pemimpin perangkat daerah harus memiliki sikap anti korupsi yang kuat. Setiap kebijakan harus bertumpu pada prinsip kehati-hatian, transparansi, serta menjauhi praktik-praktik yang dapat menimbulkan penyimpangan.
Andi Harun menjelaskan adanya tiga faktor utama penyebab tindakan korupsi yaitu monopoli kekuasaan, penggunaan diskresi secara berlebihan, dan lemahnya akuntabilitas.
“Ketiganya kerap menjadi celah bagi individu atau kelompok untuk bertindak di luar aturan,” tambahnya.
Menurutnya, kombinasi tiga faktor ini adalah rumus korupsi yang harus dipahami oleh seluruh perangkat daerah. Dengan mengetahui sumber masalah, pencegahan dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif.
Ia juga memperingatkan, setiap bentuk korupsi, sekecil apapun, pada akhirnya merugikan masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat pembangunan. Karena itu, ia menegaskan pentingnya pemimpin OPD untuk menghindari celah-celah yang dapat menimbulkan penyalahgunaan kewenangan.
Peringatan HAKORDIA tahun ini diharapkan menjadi ajang evaluasi bagi seluruh aparatur sipil negara, agar bekerja dengan integritas dan memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat.(*/mn)
![]()

