SAMARINDA – Kepedulian masyarakat Kalimantan Timur terhadap Palestina kembali menggema. Tabligh Akbar & Konser Amal bertema “Ketika Engkau Angkat Tangan, Allah Turun Tangan” sukses digelar di Plenary Convention Hall Sempaja, Samarinda, pada Sabtu, (8/11/2025).

Kegiatan yang terbuka gratis untuk umum ini menghadirkan dua tokoh tamu, Ustadz Derry Sulaiman dan grup nasyid Shoutul Harokah, yang berhasil menghidupkan suasana dengan pesan-pesan spiritual, nasihat kemanusiaan, serta lantunan lagu yang menyentuh hati para peserta.
Ketua Panitia, Pradika, menyampaikan, acara ini merupakan puncak dari sembilan rangkaian kegiatan Milad Damai Aqsha.
“Ini agenda puncak yang kami selenggarakan untuk mengajak masyarakat lebih peka terhadap isu kemanusiaan di Palestina. Kami bersyukur, antusiasme luar biasa. Banyak peserta datang bersama keluarga, bahkan dari luar Samarinda,” ungkapnya Minggu (9/11/2025).
Ia menegaskan, Palestina bukan sekadar isu agama, melainkan isu hak asasi dan pendudukan yang merampas tanah, sumber penghidupan, dan kemerdekaan rakyat sipil.
Tema “Ketika Engkau Angkat Tangan, Allah Turun Tangan” disebut relevan dengan kondisi masyarakat yang sering merasa lelah berjuang atau berbuat baik.
“Manusia berusaha, namun terkadang hasil belum tampak. Lewat tema ini kami ingin mengingatkan bahwa perjuangan tidak pernah sendiri. Selalu ada pertolongan Tuhan meski tak selalu sesuai harapan kita,” jelas Pradika.
Panitia mencatat jumlah peserta melebihi prediksi awal. Banyak di antara mereka yang sebelumnya mengikuti rangkaian milad lain.
“Rangkaian acara sejak awal memang selalu ramai. Alhamdulillah banyak masyarakat yang kini semakin paham bahwa Palestina adalah isu kemanusiaan. Audiens hadir dari semua usia,” tambahnya.
Meski kegiatan ini bersifat konser amal, panitia belum menyebut jumlah donasi terkumpul karena proses penghitungan masih berlangsung dari seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami belum bisa menyampaikan totalnya karena masih direkap. Namun seluruh bantuan akan disalurkan ke Palestina, seperti biasa. Damai Aqsha rutin menyalurkan 3–4 kali setiap bulan,” ujar Pradika.
Penyaluran dilakukan melalui relawan asli Gaza, sehingga bantuan bisa langsung menjangkau warga yang membutuhkan. Dokumentasi penyaluran rutin dipublikasikan di media sosial Damai Aqsha agar masyarakat dapat memantau transparansi.
Dalam ceramahnya, Ustadz Derry Sulaiman menggugah masyarakat untuk tetap bersuara dan berdoa.
“Kita mungkin tidak bisa mengangkat senjata. Kita jauh dari sana. Tapi kita punya doa, kita punya suara, dan kita punya harta. Itulah senjata kita. Saat kita angkat tangan, Allah turun tangan,” tegas Ustadz Derry.
Pradika berharap kegiatan ini menjadi penggerak empati masyarakat.
“Semoga masyarakat Kaltim semakin peduli terhadap isu kemanusiaan, bukan hanya untuk Palestina tetapi juga bagi siapapun yang membutuhkan. Sesuai tema Milad kami, melangkah lebih jauh, konsisten untuk kemanusiaan, kami ingin terus hadir membawa manfaat,” tutupnya.(*/mn)
![]()

